KabarBaik.co, Banyuwangi – Pengangkatan Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali yang tenggelam masih berlanjut hingga Kamis (16/4). Dalam proses pengangkatan ditemukan beberapa potong tulang manusia.
Diduga itu adalah potongan tulang itu merupakan penumpang yang belum ditemukan sejak kapal itu tenggelam pada Juli 2025 lalu.
Pengawas Pengangkatan Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya, Yudha Surya Saputra, mengatakan, kerangka ditemukan dalam bentuk potongan tulang.
“Ada sekitar 12 tulang. Ada tengkorak juga,” kata Yudha, Kamis (16/4).
Yudha menyebut tulang itu muncul bersamaan dengan bagian kapal yang terangkat. Setelah dibawa ke daratan, tulang tersebut diserahkan ke Satuan Polairud Polresta Banyuwangi.
“Sudah kami serahkan untuk yang telah terangkat,” lanjut Yudha.
Yudha mengaku, tak bisa memastikan apakah tulang belulang yang ditemukan merupakan bagian dari satu tubuh manusia atau bukan. Dari bentuknya, ia menduga besar dari jumlah tulang yang ditemukan adalah bagian tangan dan jari.
Yudha membenarkan bahwa jadwal pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya mundur apabila merujuk pada rencana awal.
Sebelumnya diprakirakan, proses pengangkatan ditarget rampung akhir Februari 2026. Namun, terdapat beberapa kendala yang membuat pengangkatan berlangsung lebih lama.
Salah satunya, yakni tertundanya proses pengangkatan karena operator tongkang bercangkang merayakan Hari Raya Imlek awal Februari lalu. Hal tersebut membuat proses pengangkatan berhenti cukup lama.
“Sekarang sudah mulai lagi,” imbuh dia.
Yudha menjelaskan, total bangkai KMP Tunu Pratama Jaya yang telah terangkat ke daratan sebanyak 300 ton. Dari jumlah tersebut, 250 ton telah diangkut ke perusahaan peleburan besi di Surabaya.
“Sekarang sisanya sektiar 50 ton. Masih dalam proses,” sambung dia.
Sementara itu, bagian bangkai yang masih berada di dasar laut diprakirakan sekitar 50-70 ton. Itu mayoritas adalah bagian lambung kapal.
“Di dasar laut masih ada dalam beberapa bagian. Kalau cuaca mendukung, proses pengangkatan bisa selesai dalam sepekan,” kata dia.
Ia menyebut, sisa bangkai kapal di dasar laut adalah bagian dari body KMP Tunu Pratama Jaya.
“Kalau kendaraan, semuanya sudah terangkat. Sudah dicek oleh penyelam, tidak ada sisa kendaraan,” sambungnya.






