KabarBaik.co, Bojonegoro – Aroma ”drama klasemen” tampaknya masih kental di Proliga 2026 seri Bojonegoro.
Dalam lag siang ini (15/2), setelah sempat diprediksi berpeluang tergelincir lagi yang berujung memanaskan persaingan papan final four, sementara Jakarta Pertamina Enduro (JPE) membuka laga dengan start meyakinkan. Namun, bukan berarti aman.
Dalam duel lanjutan melawan Jakarta Popsivo Polwan di GOR Utama yang tengah berlangsung, Megawati ”Megatron” Hangestri dkk dari JPE sukses mengamankan set pertama lewat pertarungan ketat 27-25.
Set pembuka langsung menyajikan tensi tinggi. Kedua tim saling kejar poin hingga deuce sebelum JPE, lewat ketenangan di angka-angka kritis, mampu mengunci kemenangan. Margin tipis itu sekaligus menegaskan bahwa Popsivo bukan lawan yang mudah ditaklukkan.
Sebelum laga, bayang-bayang kekalahan sempat mengiringi JPE. Maklum, tim pemuncak klasemen dengan 21 poin itu baru saja tumbang 1-3 dari Jakarta Livin Mandiri (JLM), hasil yang membuka celah bahwa dominasi mereka mulai bisa ditembus. Ketergantungan pada mesin poin Megawati Hangestri Pertiwi serta receive yang goyah menjadi catatan yang coba dimanfaatkan lawan.
Secara hitung-hitungan klasemen, laga ini memang krusial. Jika JPE menang 3-0 atau 3-1, maka mereka mengantongi tiga poin dan menjauh dari kejaran para tim pesaing. Jika menang 3-2, tambahan dua poin tetap menjaga posisi puncak klasemen.
Sebaliknya, jika Popsivo Polwan membalikkan keadaan, dampaknya langsung terasa. Kemenangan 3-1 memberi Popsivo tiga poin penuh, sementara JPE tertahan di 21. Jika Popsivo Polwan menang 3-2, mereka tetap mendapat dua poin dan JPE hanya satu poin (22).
Dengan demikian, jarak papan tengah pun semakin rapat, sekaligus membuka peluang Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia mengganggu singgasana puncak.
Itulah sebabnya laga ini disebut-sebut sebagai potensi “pemantik drama”.
Baca Juga: Prediksi Skor Proliga 2026: Gresik vs Bandung BJB, Duel Bangkit atau Drama Klasemen
Meski kini unggul satu set, JPE belum sepenuhnya aman. Selisih dua angka di set pertama membuktikan Popsivo masih memberi tekanan konstan. Sedikit lengah saja, momentum bisa berbalik.
JPE mungkin favorit, tapi Bojonegoro sudah menunjukkan kekeramatannya bahwa tak ada yang pasti. Dan selama peluit akhir belum berbunyi, cerita klasemen masih bisa berubah. (*)








