Dugaan Pernikahan Siri Sesama Perempuan di Malang Berujung Saling Lapor ke Polisi

oleh -372 Dilihat
IMG 20260410 WA0028
R saat klarifikasi di sebuah warung di Kota Malang. (Foto: P. Priyono)

KabarBaik.co, Malang – Kasus dugaan pernikahan siri sesama perempuan antara IA dan YR alias R menjadi sorotan publik setelah berujung konflik hukum. Peristiwa yang sempat viral di media sosial ini kini memasuki ranah kepolisian dengan adanya laporan dugaan penipuan dan pemalsuan identitas.

Kasus tersebut mencuat setelah IA melaporkan R ke Polresta Malang Kota. Dalam laporannya, IA menuding R telah memalsukan identitas sebagai laki-laki selama menjalin hubungan hingga akhirnya melangsungkan pernikahan siri pada 3 April 2026.

IA mengaku baru mengetahui identitas R yang sebenarnya sebagai perempuan pada malam pertama setelah pernikahan berlangsung. Temuan itu kemudian memicu konflik yang berkembang menjadi perselisihan terbuka.

Menanggapi tudingan tersebut, R memberikan klarifikasi dan membantah seluruh tuduhan yang dilayangkan oleh IA. Ia menegaskan bahwa sejak awal hubungan, dirinya tidak pernah menyembunyikan identitas. “Sejak awal dia sudah tahu identitas saya. Dia sering ke rumah dan teman-temannya juga mengetahui hubungan kami,” ujar R, Jumat (10/4).

R juga membantah tudingan pemalsuan dokumen. Ia menegaskan seluruh dokumen yang dimilikinya adalah asli dan tidak pernah dimanipulasi. “Tidak ada pemalsuan identitas. Dokumen yang ada adalah asli. Bahkan fotokopi KTP itu berasal dari dia sendiri,” tegasnya.

Ia menjelaskan, hubungan keduanya bermula dari perkenalan di sebuah tempat hiburan malam di kawasan Kota Batu. Hubungan tersebut kemudian berkembang hingga muncul rencana pernikahan, yang menurut R, justru lebih dulu diinisiasi oleh IA.

“Dia yang lebih dulu mengajak menikah. Katanya sering mendapat perlakuan tidak baik dari hubungan sebelumnya,” ungkapnya.

R mengaku sempat ingin mengakhiri hubungan sebelum pernikahan terlaksana. Namun, situasi menjadi rumit karena adanya tekanan dari pihak keluarga IA. “Saya sempat ingin mengakhiri, tapi ada ancaman bunuh diri, bahkan ibunya sampai pingsan,” ungkapnya.

Selain itu, R juga membantah tudingan terkait janji pemberian aset mewah serta dugaan ancaman pembunuhan. Ia menegaskan tidak pernah menjanjikan rumah atau kendaraan, maupun melakukan intimidasi dalam bentuk apapun.

Terkait isu rencana membawa IA ke luar negeri, R menyebut hal tersebut tidak benar. Ia menjelaskan rencana yang ada hanya perjalanan ke Yogyakarta untuk keperluan terapi medis. “Rencananya ke Jogja untuk terapi karena cedera kaki. Tidak pernah ada rencana ke luar negeri,” jelasnya.

R menambahkan, komunikasi terakhir dengan Intan terjadi saat dirinya mempertanyakan dasar laporan ke polisi. Namun hingga kini, pesan tersebut belum mendapat tanggapan.

Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengungkap ada tidaknya unsur pidana dalam kasus tersebut. Dugaan penipuan dan pemalsuan identitas masih dalam proses penyelidikan. Kasus ini menjadi perhatian luas karena tidak hanya menyangkut persoalan hukum, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan kepercayaan dalam hubungan personal. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.