KabarBaik.co – Kobaran api yang melalap Pasar Kliwon, Desa Mojoduwur, Kecamatan Mojowarno, Jombang meninggalkan duka mendalam bagi puluhan pedagang.
Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Jombang Muhammad Ishomuddin Haidar, menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang meluas tersebut.
Data terbaru menunjukkan, alih-alih tujuh, terdapar 20 lapak pedagang rata dengan tanah akibat amukan si jago merah. “Tentu turut prihatin dan duka mendalam atas musibah yang terjadi,” ujar Ishomuddin saat dikonfirmasi pada Minggu (11/5).
Kebakaran Hebat Hanguskan Pasar Kliwon Mojoduwur Jombang
Ia mendesak pemerintah daerah untuk bertindak cepat dan hadir di tengah situasi darurat ini.
“Kami berharap pemerintah gerak cepat dan hadir dalam situasi darurat seperti ini, tentu para pedagang yang terdampak harus mendapatkan perhatian dan bantuan,” ungkapnya.
Politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menyatakan dukungannya penuh terhadap langkah-langkah dan kebijakan pemerintah daerah dalam memulihkan kondisi pasar serta membantu para pedagang yang kehilangan mata pencaharian.
“Saya juga mendukung penuh segala bentuk kebijakan yang dilakukan pemerintah daerah untuk pemulihan kondisi pasar dan pedagang yang terdampak. Segera melakukan pendataan mapping dan penganggaran agar pasar yang menjadi pusat dan tumpuan perputaran ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Tak hanya fokus pada penanganan pasca-kebakaran, Ishomuddin juga menyoroti pentingnya pencegahan. Ia mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan pasar, terutama pada aspek vital seperti instalasi kelistrikan dan ketersediaan alat pemadam kebakaran.
“Saya juga berharap evaluasi menyeluruh dilakukan terhadap sistem keamanan pasar, terutama instalasi kelistrikan dan alat pemadam. Sebab langkah mitigasi menjadi kunci agar kejadian serupa tidak terulang,” katanya.
Di sisi lain, Ishomuddin memberikan apresiasi kepada petugas pemadam kebakaran yang telah sigap dan berjuang keras memadamkan api.
“Apresiasi juga saya sampaikan kepada petugas pemadam kebakaran yang telah tanggap dan berjibaku memadamkan api,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menekankan perlunya solidaritas dan respons cepat dari semua pihak dalam menghadapi situasi sulit ini.
“Semua pihak harus solid dan tanggap dalam situasi ini. Sebab menjaga keselamatan, kelancaran, dan keberlangsungan usaha masyarakat adalah tugas kita bersama,” pungkasnya.
Sebelumnya. Kebakaran menjadi petaka bagi para pedagang di Pasar Kliwon, Desa Mojoduwur, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang.
Kobaran api tiba-tiba muncul dari salah satu ruko, diduga kuat akibat korsleting listrik, dan dengan cepat merembet melalap bangunan-bangunan di sekitarnya.
Menurut Kepala Desa Mojoduwur Imam Baihaki, kepulan asap pertama kali terlihat sekitar pukul 16.00 WIB dari sebuah ruko penjual makanan ringan.
Tak berselang lama, api membesar dan merambat ke ruko-ruko lain di sekitarnya, termasuk ruko penjual pakaian dan gerabah yang saat kejadian sudah dalam keadaan tutup.(*)







