Dulu Kumuh, Begini Wajah Baru Kampung Nelayan di Campurejo Gresik

oleh -84 Dilihat
Wajah baru kampung nelayan di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Gresik.
Wajah baru kampung nelayan di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Gresik. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Gresik – Kampung nelayan di Dusun Karangtumpuk, Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, kini tampil dengan wajah baru. Kawasan yang sebelumnya identik dengan permukiman kumuh bertransformasi menjadi lingkungan yang lebih bersih, tertata, dan layak huni setelah mendapatkan penataan melalui Program Dana Alokasi Khusus Tematik Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu (DAK TPPKT) 2025.

Perubahan itu diresmikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Sabtu lalu.

Dalam kunjungannya, AHY meninjau langsung hasil penataan kawasan, mulai dari pembangunan dan renovasi rumah warga, sistem drainase, jaringan air bersih, sanitasi, hingga berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Menurut AHY, sebanyak 166 rumah warga telah dibangun maupun direnovasi di kawasan seluas sekitar tujuh hektare melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, sejumlah kementerian, serta dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Pembangunan ini merupakan kolaborasi pentahelix, baik Kementrian Pekerjaan Umum, Kementrian ATR/BPN terkait lahan, serta Kementrian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Saya ucapkan terima kasih juga kepada, Pakuwon Group, dan juga Habitat Indonesia,” terangnya.

Selain memperbaiki rumah warga, program tersebut juga menghadirkan berbagai infrastruktur dasar seperti instalasi pengolahan air limbah (IPAL), jaringan air bersih, tandon air, sanitasi, hingga perbaikan jalan lingkungan.

AHY menilai, penyediaan rumah yang sehat dan aman menjadi fondasi penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama di kawasan pesisir yang mayoritas penduduknya bekerja sebagai nelayan.

“Ini menjadi sebuah hal yang sangat mendasar Sebelum berbicara produktivitas dan kehidupan yang berkualitas, didahului dengan bagaimana rumah-rumah masyarakat kita Terutama yang ada di Desa Campurejo, memiliki ruang yang sehat, aman, dan nyaman,” ujarnya.

“Penataan ini menjadi wujud nyata kehadiran negara dan kolaborasi lintas sektor untuk mengentaskan kemiskinan dan membenahi sekitar 6.000 kawasan kumuh di seluruh Indonesia secara bertahap,” tutup Menko AHY.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, Desa Campurejo menjadi kawasan kedua di Kabupaten Gresik yang memperoleh manfaat Program DAK TPPKT setelah sebelumnya diterapkan di Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya memperbaiki rumah warga, tetapi juga menata lingkungan permukiman secara menyeluruh melalui pembangunan jaringan air bersih, drainase, jalan lingkungan, Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R), hingga sanitasi.

“Saya berharap penataan ini tidak hanya menghilangkan kesan kumuh. Tetapi juga langsung mendongkrak tingkat kesehatan serta roda perekonomian masyarakat setempat. Skema hunian ini juga dirancang ramah bagi keuangan masyarakat pesisir dengan opsi angsuran fleksibel hingga 8–10 tahun. Dan alhamdulillah sebagaian dari warga sudah membayar lunas,” jelasnya.

Perubahan itu juga dirasakan langsung oleh Imam Bashori (48), seorang nelayan yang menjadi salah satu penerima manfaat program renovasi rumah.

Sebelum rumahnya diperbaiki, Imam bersama istri dan anaknya masih menumpang di rumah mertua. Saat musim hujan tiba, mereka selalu dihantui rasa khawatir karena atap rumah bocor di banyak bagian.

“Sebelumnya saya menempati rumah mertua bersama istri dan anak saya jika hujan kami sangat khawatir karena atap rumah banyak yang bocor. Sekarang rumah saya tidak bocor lagi kalau hujan. Kami sangat berterima kasih atas kepedulian nyata dari pemerintah melalui program ini,” ungkapnya.

Kini, lingkungan tempat tinggal Imam dan ratusan warga lainnya tidak hanya memiliki rumah yang lebih layak, tetapi juga didukung infrastruktur dasar yang membuat kawasan tersebut lebih sehat, aman, dan nyaman untuk ditinggali.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.