Dusun Parengan Krian Sidoarjo Sempat Dihujani Serbuk Kayu, Warga Keluhkan Gangguan Pernapasan

oleh -251 Dilihat
7c64c59a ba86 4e54 93c3 a2ee41ee9403
Penampakan serbuk kayu yang dikeluhkan warga (istimewa)

KabarBaik.co – Permukiman warga di Dusun Parengan, Desa Kraton, Krian, Sidoarjo, dalam sepekan terakhir diselimuti serbuk kayu yang beterbangan dari arah kawasan industri sekitar. Kondisi ini membuat warga terganggu karena partikel halus masuk hingga ke dalam rumah.

Puncak sebaran terjadi pada Selasa (9/12). Butiran halus hingga serpihan kayu berukuran kecil tersapu angin dan menghantam area permukiman. Selain mengotori lingkungan, warga mulai merasakan dampak pada kesehatan, terutama iritasi mata dan gangguan napas.

Nanang, salah satu warga, menyebut fenomena ini merupakan kejadian paling parah sejak ia tinggal di wilayah tersebut. Ia menceritakan, setiap pagi seluruh bagian rumah dipenuhi lapisan debu kayu.

“Selasa itu paling parah. Serbuknya tebal sampai masuk ke ruang-ruang rumah. Napas terasa berat, mata juga perih,” tuturnya, Kamis (11/12).

Ia mengatakan wilayah itu memang tidak asing dengan aktivitas industri. Namun sebaran serbuk kayu dalam jumlah besar seperti kali ini baru pertama terjadi. Menurutnya, selama bertahun-tahun kondisi udara tidak pernah sampai sekotor itu.

Dari keterangan warga, diduga sumber partikel kayu tersebut berasal dari salah satu pabrik pengolahan kayu di sekitar Bypass Krian. Di kawasan itu terdapat dua pabrik yang beroperasi cukup dekat dengan permukiman, meski pabrik itu tanpa papan nama resmi.

“Di sekitar Bypass ada dua pabrik. Satu lebih dekat, sekitar 500 meter dari rumah warga. Satunya lagi lebih jauh, sekitar dua kilometer. Kami tidak tahu pasti yang mana,” ujar Nanang.

Warga lain, Wahyu, mengaku mendapat informasi bahwa pembuangan serbuk kayu dari pabrik tersebut sempat bermasalah. Blower sirkulasi yang berfungsi mengalirkan limbah ringan diduga mengalami kerusakan sehingga serbuk kayu terlempar bebas ke udara.

“Katanya blower-nya sempat rusak. Karena itu serbuknya keluar banyak dan terbawa angin. Setelah diperbaiki, sejak pagi sudah tidak ada lagi,” jelas Wahyu.

Meski situasi mulai mereda, warga berharap pihak pabrik melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mesin dan sistem produksi. Mereka khawatir kejadian serupa sewaktu-waktu terulang dan menimbulkan masalah kesehatan jangka panjang.

“Kami hanya ingin pabrik benar-benar memperhatikan perawatannya. Jangan sampai polusi begini terjadi lagi,” tegas warga.

Pemukiman di Dusun Parengan kini kembali bersih, namun warga tetap meminta ada pengawasan dari pemerintah setempat untuk memastikan keluhan mereka mendapat tindak lanjut. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.