Ekonomi Menguat Berbasis Agro-Maritim, Pemkab Lamongan Raih National Governance Awards 2026

oleh -147 Dilihat
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (kanan) dari Menteri Koperasi Republik Indonesia, Feri Juliantono.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (kanan) dari Menteri Koperasi Republik Indonesia, Feri Juliantono.

KabarBaik.co, Lamongan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kabupaten di pesisir utara Jawa Timur ini meraih penghargaan Economic Growth kategori Top Regency in Agro-Maritime Food Hub dalam ajang National Governance Award 2026 yang digelar di Jakarta, Jumat (24/4).

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dari Menteri Koperasi Republik Indonesia, Feri Juliantono. Capaian ini diraih setelah melalui proses seleksi ketat oleh tim panelis nasional yang melibatkan Kementerian Dalam Negeri, Ombudsman Republik Indonesia, serta kalangan perguruan tinggi.

Pengakuan ini diberikan atas keberhasilan Lamongan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif yang dijalankan secara konsisten melalui berbagai kebijakan dan program strategis.

Sektor agro-maritim menjadi penopang utama ekonomi daerah. Kontribusi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tercatat sebesar 30,18 persen, disusul industri pengolahan sebesar 12,84 persen. Sepanjang 2025, produksi padi Lamongan mencapai 1,33 juta ton—tertinggi di Jawa Timur—diikuti jagung sebesar 536 ribu ton serta sektor peternakan yang terus menunjukkan tren positif.

Dari sisi kemaritiman, produksi perikanan budidaya mencapai 46 ribu ton dengan nilai Rp1,44 triliun, sementara perikanan tangkap menyentuh 82 ribu ton. Potensi ini tidak hanya difokuskan pada peningkatan produksi, tetapi juga integrasi sistem serta penguatan hilirisasi guna menciptakan nilai tambah berkelanjutan.

Kinerja ekonomi Lamongan pada 2025 juga menunjukkan peningkatan. Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,40 persen, naik dari 4,81 persen pada tahun sebelumnya dan melampaui rata-rata provinsi maupun nasional. Stabilitas sosial ekonomi tercermin dari gini ratio 0,30, tingkat kemiskinan 12,03 persen, tingkat pengangguran terbuka 4,29 persen, serta Nilai Tukar Petani (NTP) sebesar 124,97 yang menandakan peningkatan daya beli masyarakat.

Penguatan ekonomi kerakyatan turut menjadi fokus. Melalui program Young Entrepreneur Success dan UMKM Naik Kelas, Lamongan berhasil membuka 1.945 lapangan kerja dan mendukung 466 wirausaha muda melalui skema Megpreneur. Selain itu, 42 produk UMKM berhasil masuk pasar modern dan 49 produk menembus pasar ekspor.

Dukungan infrastruktur dan konektivitas wilayah juga terus diperkuat. Layanan transportasi Trans Jatim mempermudah mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi. Jalur Lingkar Utara membantu mengurai kemacetan sekaligus membuka peluang pertumbuhan pusat ekonomi baru.

Sementara itu, program Jalan Mantap dan Alus Lamongan (JAMULA) mencatat tingkat kemantapan jalan mencapai 60,21 persen, dengan pembangunan 58 ruas jalan sepanjang 24,7 kilometer sepanjang 2025.

Dengan garis pantai sepanjang 47 kilometer, Lamongan memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi pesisir dan konsep *blue economy*. Letak geografis yang strategis—dekat dengan Bandara Juanda dan kawasan industri JIIPE—serta didukung jaringan Pantura, jalur kereta api, dan tol Surabaya–Tuban, menjadikan Lamongan bagian penting dalam rantai pasok regional.

Keberadaan pelabuhan, kawasan industri, hingga pengembangan kawasan seperti I-Sentra Jaka Mitra semakin memperkuat arah industrialisasi berbasis hilirisasi agro-maritim.

Di sektor kelembagaan ekonomi, capaian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) juga mendapat apresiasi. Pada 2025, sebanyak 95 KDKMP tercatat aktif menjalankan kegiatan bisnis, khususnya di sektor pangan dan perdagangan.

Kinerja perdagangan luar negeri pun menunjukkan hasil positif. Nilai ekspor Lamongan meningkat dari Rp 20 triliun pada 2024 menjadi Rp 22 triliun pada 2025. Sebaliknya, nilai impor berhasil ditekan dari Rp 449 miliar menjadi Rp 330 miliar.

“Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan berbasis potensi lokal yang terintegrasi, didukung oleh penguatan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan arah kebijakan yang berkelanjutan, mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif sekaligus memperkuat daya saing Kabupaten Lamongan di tingkat nasional,” ucap Pak Yes.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.