Eksplorasi Memperpanjang Umur Tambang Emas Pongkor

oleh -1034 Dilihat
IMG 7472 scaled
Aktivitas tambang emas bawah tanah yang dioperasikan PT Antam Tbk UBPE Pongkor. (Foto: Andika DP)

Lebih dari 3 dekade beroperasi, tambang emas bawah tanah di Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat kini telah memasuki fase pascatambang. Sisa umurnya diperkirakan hingga tahun 2031. Saat ini, PT Aneka Tambang (Antam) Tbk UBP Emas terus melakukan eksplorasi. Apakah umur tambang emas kebanggaan Indonesia ini bisa diperpanjang?

Oleh: Andika Dian Pratama

Suasana Pongkor layaknya daerah pegunungan pada umumnya. Sejuk dan tenang. Penuh dengan bentang alam hijau pepohonan. Namun siapa sangka, daerah yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Desa Bantar Karet, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat itu tidak pernah tidur.

Di perut bumi Pongkor, terdapat underground mining atau tambang bawah tanah yang menghasilkan bijih emas. Dioperasikan oleh PT Aneka Tambang (Antam) Tbk Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor.

Memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) seluas 6.047 hektare, aktivitas tambang emas Pongkor ini tidak pernah berhenti. Setiap hari, pekerja dan alat berat terus menggali. Mengumpulkan bebatuan yang mengandung mineral emas.

“Beroperasi 24 jam nonstop,” kata Arif Rahman Saleh, CSR & External Relations Bureau Head Antam UBP Emas, 15 Oktober 2025 lalu.

Lokasi tambang emas Pongkor berjarak sekitar 42 kilometer dari pusat Kota Bogor. Butuh waktu kurang lebih 2 jam untuk menjamahnya. Itu pun tergantung situasi lalu lintas. Jalan berkelok dan pepohonan hijau menjadi obat mata sepanjang perjalanan.

Beroperasi sejak awal tahun 1990-an, satu ton lebih emas murni dihasilkan dari dataran tinggi ini setiap tahun. Dari Pongkor-lah logam mulia yang banyak beredar di tangan masyarakat berasal. Hasil kerja keras anak bangsa.

IMG 7478 scaled
Lorong tambang emas bawah tanah di Pongkor, Jawa Barat yang dikelola PT Antam UBPE Pongkor. (Foto: Andika DP)

Lorong sepanjang 1,5 kilometer dengan kedalaman 435 meter di bawah permukaan tanah, menjadi saksi bagaimana para pekerja Antam menambang emas. Dengan alat pelindung diri (APD) lengkap, ketelitian tinggi dan semangat luar biasa.

Mereka mengoperasikan alat-alat berat yang mengoyak perut bumi. Menerapkan cut and filling mining method and upperhole stopping. Menghasilkan bongkahan batu yang mengandung mineral emas (ore).

Ore akan diproses menjadi bullion dore. Selanjutnya dimurnikan hingga menjadi logam mulia dengan kadar emas 999,9. Dan dipasarkan hingga ke tangan masyarakat,” jelasnya lagi. Tentu saja melalui proses yang cukup panjang.

IMG 7394 scaled
Peta perjalanan tambang emas bawah tanah Pongkor. (Foto: Andika DP)

Arif bercerita, tambang Pongkor dimulai dari ekplorasi unsur dasar Pb (timbal) dan Zn (Seng) sejak tahun 1972. “Nah, pada tahun 1981 ditemukan urat Au (emas, Red) dan Ag (perak, Red),” jelasnya.

Penemuan urat Au-Ag ini kemudian dilanjutkan dengan eksplorasi pada tahun 1988. Lalu tahun 1991 dilakukan feasibility study dan produksi pertama.

Tahun berikutnya mulai pembangunan fasilitas tambang. Dan, dua tahun berselang tepatnya 1994 pembangunan Plant #1 selesai dan menandai beroperasinya UBPE Pongkor.

Antam terus melakukan pengembangan. Pada tahun 1997, emiten tambang yang kini tergabung dalam MIND.ID ini berhasil menyelesaikan pembangunan Plant #2. Produksi emas pun terus digenjot.

“Dan, sejak tahun 2022 tambang emas Pongkor ditarget produksi 1.200 kilogram emas pertahun,” tambahnya.

Kini setelah perjalanan panjang itu, tambang emas Pongkor telah memasuki fase pascatambang. Cadangan emas di lokasi tersebut diperkirakan hingga 2031 mendatang. Atau menyisakan sekitar 5 ton. Dengan asumsi, setiap tahun Pongkor mampu memproduksi 1 ton emas murni.

Fase akhir ini tampak jelas dari kawasan tambang. Salah satunya bisa dilihat dari lorong utama menuju tambang bawah tanah. Terdapat tulisan besar, MUSEUM TAMBANG PONGKOR. Perusahaan juga tengah menyiapkan Underground Park yang memajang sejumlah peralatan dan kendaraan bekas tambang.

IMG 7448 scaled
Underground Park, menandai fase pascatambang UBPE Pongkor. (Foto: Andika DP)

Itu menandakan persiapan perusahaan menyambut detik-detik akhir operasional tambang. Antam pun melakukan optimalisasi reklamasi dan revegetasi lahan bekas operasi. Berusaha mengembalikannya sebagaimana ekosistem semula.

Meski demikian, ternyata upaya memperpanjang umur tambang emas Pongkor juga terus dilakukan. Antara lain dengan menggeber eksplorasi ke sejumlah titik. Pihak UBPE Pongkor optimistis masih ada cadangan emas yang bisa ditambang hingga lebih dari tahun 2031.

“Memang perkiraan kita kurang sekitar 4 tahun lagi, itu yang valid dan sudah terdata. Maksudnya yang sudah bisa kita pastikan ada sumber dayanya (cadangan emas, Red). Tetapi eksplorasi jalan terus tidak menutup kemungkinan bertambah panjang,” beber Arif.

Menurut Arif, dari 1 ton ore hanya menghasilkan 4-5 gram emas murni. Sebuah persentase yang sangat kecil. Namun hal itu masih sangat ekonomis. Dan, bebernya, bisa mempengaruhi usia tambang.

“Harga juga mempengaruhi, mungkin saja sekarang 2 gram (emas, Red) per ton ore itu tidak ekonomis, mungkin 10 tahun yang akan datang itu ekonomis, itu juga bisa memperpanjang umur tambang,” paparnya dengan nada optimis.

“Yang ketiga adalah teknologi, kita bisa berproduksi semakin efisien itu juga menentukan umur tambang. Jadi ada berbagai aspek yang bisa mempengaruhi umur tambang, selain cadangan tadi,” sambungnya.

Oleh karena itu, yang dilakukan Antam dalam penambangan, ore yang saat ini dikategorikan tidak ekonomis harus simpan dan terdata dengan baik. “Karena suatu saat nanti akan ekonomis,” pungkasnya.

Senada dengan Arif, Nilus Rahmat selaku General Manager Gold Mining Bussiness Unit UBP Emas Pongkor juga menegaskan ikhtiar perusahaan untuk memperpanjang umur tambang.

IMG 7431 scaled
Nilus Rahmat selaku General Manager Gold Mining Bussiness Unit UBP Emas Pongkor. (Foto: Andika DP)

“Eksplorasi intensif terus dari dalam ya, karena saat ini yang dilakukan teman-teman dari Geomin itu dengan mengatur, scheduling juga dengan teman-teman development di tambang, karena wilayah yang sama,” kata Nilus saat ditemui di Pongkor, 16 Oktober 2025.

Hingga September 2025, Antam telah mengucurkan dana Rp 176,95 miliar untuk biaya eksplorasi preliminary unaudited dengan fokus komoditas emas, nikel dan bauksit. Untuk emas, kegiatan eksplorasi dilakukan di Pongkor.

Nilus memastikan kegiatan eksplorasi terus dilakukan untuk menjaga kesinambungan operasi. Saat ini, ada empat area utama yang menjadi fokus pengembangan, yakni Gudang Handak, Kubang Cicau, Ciguha dan Ciurug.

Ia optimistis, umur tambang emas Pongkor bisa lebih panjang dari yang diperkirakan. Kata Nilus, Antam sedang mengurus IPPKH (Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan) untuk eksplorasi dari permukaan tanah.

“Saat ini intensif teman-teman dari Geomin untuk melakukan eksplorasi sumber daya dan cadangan. Mudah-mudahan setiap tahun ada rekomendasi untuk mendapatkan data cadangan baru. Kalau saat ini kita 1 ton per year,” tandasnya.

“Kalau sekarang, bisa dicek di teman-teman Geomin, tapi masih cukup untuk kapasitas yang ada saat ini kita bisa sampai tahun 2031, bahkan lebih dari 2031,” lanjut Nilus.

Selain kegiatan eksplorasi, Antam juga melakukan upaya Net Zero Emission (NZE). Seperti penggunaan bahan bakar biodiesel 40 persen (B40) dan kendaraan listrik.

“Kalau dari sekarang kita melakukan penggunaan biosolar sekarang sudah B40, mungkin kita ikut ketentuan pemerintah terkait penggunaan biosolar itu mungkin nanti bisa naik. Kemudian juga dari sisi lingkungan, kita melakukan beyond compliance, terutama terkait ESG itu termasuk pengelolaan limbah,” tukasnya.

Dari proses yang panjang dan komitmen pada lingkungan tersebut, UBPE Pongkor menghasilkan bullion dore yang dikirim ke UBPP Logam Mulia (LM) Antam untuk dimurnikan menjadi emas murni dengan kadar 999,9 bersertifikasi LBMA. Selanjutnya didistribusikan untuk kebutuhan domestik dalam negeri.

IMG 8051
Logam mulia Antam. (Foto: Rachman Haryanto/KabarBaik.co)

Terlepas dari usia tambang Pongkor yang menyisakan beberapa tahun lagi, atau bisa diperpanjang. Underground mining ini adalah kebanggaan Indonesia.

“Dioperasikan oleh anak bangsa, kita patut bersyukur dan bangga, operasi tambang bawah tanah dengan risiko yang tinggi bisa dilakukan dengan baik,” pungkasnya dalam kesempatan terpisah. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.