Ekspor NTB Melejit 9.162 Persen, Pariwisata dan Mobilitas Ikut Terkerek

oleh -71 Dilihat
Lokasi pertambangan PT Aman Mineral Nusa Tenggara di Kabupaten Sumbawa Barat, NTB.
Lokasi pertambangan PT Aman Mineral Nusa Tenggara di Kabupaten Sumbawa Barat, NTB.

KabarBaik.co, Mataram – Kinerja ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menguat pada awal 2026. Lonjakan ekspor menjadi pendorong utama, diikuti pertumbuhan pariwisata dan mobilitas masyarakat, sementara inflasi tetap terkendali.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB Wahyudin, dalam rilis Berita Resmi Statistik (BRS), Selasa (5/5), menyebut nilai ekspor NTB pada Maret 2026 mencapai US$ 567,57 juta atau melonjak 9.162,68 persen secara tahunan.

Secara kumulatif Januari–Maret 2026, ekspor menembus US$ 707,92 juta. Lonjakan ini didorong komoditas unggulan, terutama sektor pertambangan dan industri pengolahan tembaga.

“Ini indikator kuat aktivitas ekonomi NTB bergerak progresif, terutama pada sektor berbasis sumber daya alam dan hilirisasi,” ujar Wahyudin.

Sektor pariwisata turut mencatatkan kenaikan. Wisatawan mancanegara melalui Bandara Internasional Lombok pada Maret 2026 mencapai 6.428 orang, naik 24,72 persen dibanding bulan sebelumnya. Sementara wisatawan nusantara tercatat 1,39 juta orang, tumbuh 34,64 persen.

Kenaikan juga terjadi pada tingkat hunian hotel. Tamu hotel bintang tercatat 87.816 orang, sementara nonbintang 110.249 orang. Momentum libur Ramadan dan Idulfitri menjadi faktor pendorong utama.

Dari sisi transportasi, jumlah penumpang angkutan udara domestik meningkat 44,58 persen, sedangkan angkutan laut naik 39,84 persen. Kondisi ini mencerminkan peningkatan aktivitas ekonomi dan pergerakan masyarakat.

Di sisi harga, inflasi tahunan NTB pada April 2026 sebesar 3,27 persen dan masih terkendali. Bahkan terjadi deflasi bulanan 0,11 persen, dipicu turunnya harga cabai rawit, daging ayam ras, dan sayuran seiring meningkatnya pasokan pasca panen.

Sementara itu, Nilai Tukar Petani (NTP) April 2026 tercatat 128,00, menunjukkan daya beli petani masih kuat meski turun tipis dari bulan sebelumnya.

BPS menilai tren ini menjadi sinyal positif bagi ekonomi NTB. Namun, keseimbangan antara pertumbuhan dan daya beli masyarakat tetap perlu dijaga.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Arief Rahman
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.