Ekspor Perdana 2.280 Ton Beras ke Arab Saudi, DPR dan Pakar IPB Apresiasi Kesuksesan Indonesia

oleh -10 Dilihat
WhatsApp Image 2026 03 04 at 15.11.42
Pelepasan beras haji untuk dikirim ke Arab Saudi. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Gresik – Indonesia resmi melepas ekspor perdana beras sebanyak 2.280 ton ke Arab Saudi, Rabu (4/3), yang dilepas langsung oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dan Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani di Gudang Perum Bulog. Ekspor ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan beras sekitar 215.000 jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Abdul Kharis menyatakan kebanggaannya atas pengiriman perdana ini.

“Kami tentunya sangat bangga melihat kegiatan pada hari ini dan memberikan apresiasi kepada Pak Menteri Pertanian dan juga dari perdagangan yang telah berhasil mengirimkan beras sebanyak 2.280 ton ke Saudi Arabia. Ini awalan yang baik dan akan diikuti dengan ekspor ke negara yang lain,” ujar Abdul Kharis.

Ia menambahkan, ekspor beras Indonesia memiliki potensi besar karena cita rasanya sesuai dengan lidah masyarakat Indonesia di luar negeri.

“Saya kira ini menjadi segmen yang pasti, karena orang Indonesia kalau di luar negeri pasti masih mencari beras Indonesia, karena beras dari luar Indonesia tentunya tidak seenak di lidah orang-orang Indonesia. Ini captive market yang sangat bagus dan mudah-mudahan bisa dikirim ke negara-negara yang lain,” tambahnya.

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti berharap ekspor perdana ini menjadi langkah awal memperkenalkan kualitas beras Indonesia di pasar internasional.

“Jadi ini memang khusus kita targetkan untuk jemaah haji kita yang ada di sana dengan harapan bahwa dengan case pertama ini semoga masyarakat yang berada di Saudi Arabia dari lintas negara juga mulai mengetahui bagaimana kualitas beras dari Indonesia dan mereka juga ikut meminati kualitas beras yang kita bisa kirim ke sana,” ujarnya.

Selain Arab Saudi, Indonesia juga tengah menjajaki peluang ekspor ke Papua Nugini, Malaysia, dan Filipina. Potensi pasar beras Indonesia bahkan lebih besar jika dihitung untuk jamaah umrah dan mukimin yang jumlahnya mencapai sekitar 2 juta orang per tahun.

Pengamat pertanian dari IPB University Prima Gandhi, menilai ekspor perdana ini sebagai pencapaian penting bagi swasembada pangan nasional, di tengah dinamika geopolitik Timur Tengah.

“Ekspor ini adalah bukti nyata bahwa swasembada beras Indonesia tidak bersifat sementara, tetapi terus berjalan secara berkelanjutan dan produktif,” ujar Gandhi, Kamis (5/3).

Menurut Gandhi, ekspor beras memiliki nilai strategis tinggi bagi ketahanan pangan dan keseimbangan perdagangan nasional. Indonesia bahkan kini mencatat cadangan beras terbesar dalam sejarah.

“Lompatan produksi kita sangat jauh di atas rata-rata. Kalau stok dan pasokan dalam negeri terjaga, maka ekspor menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran Indonesia di pasar global,” katanya.

Gandhi menambahkan, capaian ini merupakan hasil sinergi kebijakan pemerintah dan kerja keras Kementerian Pertanian dalam meningkatkan kapasitas produksi secara masif, terukur, dan berbasis teknologi. Ia menekankan, keseimbangan antara kebutuhan domestik dan peluang ekspor harus dijaga.

“Yang terpenting adalah keseimbangan antara pasokan nasional dan peluang ekspor. Jika itu terjaga, maka ekspor menjadi simbol kemandirian pangan dan daya saing bangsa,” tegasnya.

Selain beras, pemerintah juga melepas ekspor 545 ton produk unggas senilai Rp18,2 miliar ke Singapura, Jepang, dan Timor Leste secara bertahap hingga 31 Maret 2026.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, Indonesia kini telah swasembada pada sejumlah komoditas strategis seperti telur, ayam, dan beras, yang kini mulai diarahkan untuk memperkuat ekspor.

“Sekarang ini kita sudah swasembada telur, ayam, beras, dan beberapa komoditas lainnya. Ekspor ini menjadi bukti bahwa sektor pertanian Indonesia bukan hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga mulai berkontribusi pada ekonomi global,” ujar Mentan Amran.

Dengan langkah ini, pemerintah menegaskan komitmennya menjadikan pertanian sebagai motor ekonomi nasional yang berdaya saing tinggi, berkelanjutan, dan berorientasi ekspor.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.