Enam Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Wafat di Tanah Suci, Mayoritas Lansia dan Risiko Tinggi

oleh -232 Dilihat
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam.
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam.

KabarBaik.co, Surabaya – Sebanyak enam jemaah haji asal Jawa Timur yang berangkat melalui Embarkasi Surabaya dilaporkan wafat di Arab Saudi hingga hari ke-21 pemberangkatan haji tahun 2026.

Seluruh jemaah yang meninggal diketahui memiliki kondisi kesehatan dengan kategori risiko tinggi, mayoritas berusia lanjut.

Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya para
jemaah di Tanah Suci.

“Kami turut berduka cita atas wafatnya para jemaah haji di Tanah Suci. Semoga seluruh amal ibadah beliau diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujarnya, Selasa (12/5).

Adapun enam jemaah yang wafat tersebut masing-masing adalah Kamariyah Dul Tayib, 85, dari Kloter 8 asal Kabupaten Pasuruan, Abd Wachid, 71, dari Kloter 7 Kabupaten Pasuruan, Fajar Puja Sasmita, 53, dari Kloter 11 Kota Malang, Sibiatun Saji, 72, dari Kloter 33 Kabupaten Lamongan, Mustika Rajim D, 75, dari Kloter 47 Kabupaten Gresik, serta Suyono Reso, 58, dari Kloter 62 Kabupaten Jombang.

Berdasarkan laporan petugas kesehatan, seluruh jemaah yang meninggal dunia telah mendapatkan penanganan sesuai prosedur yang berlaku dan dimakamkan di Arab Saudi. PPIH Embarkasi Surabaya juga terus melakukan koordinasi dengan keluarga jemaah di daerah asal masing-masing.

Sementara itu, proses pemberangkatan jemaah haji dari Embarkasi Surabaya terus berlangsung. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 28.445 jemaah dan petugas telah diberangkatkan menuju Tanah Suci atau sekitar 65 persen dari total kuota pemberangkatan tahun ini.

Total rencana pemberangkatan haji melalui Embarkasi Surabaya pada musim haji 2026 mencapai 44.080 orang. Jumlah tersebut terdiri atas 42.109 jemaah, 464 petugas, 162 Petugas Haji Daerah (PHD), serta 140 pembimbing dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) yang terbagi dalam 116 kelompok terbang (kloter).

Anam memastikan seluruh proses pemberangkatan terus dioptimalkan agar berjalan tertib, aman, dan sesuai jadwal penerbangan.

“PPIH terus melakukan koordinasi intensif dengan seluruh pihak terkait agar pelayanan jemaah berjalan maksimal, baik dari sisi akomodasi, kesehatan, transportasi, maupun proses penerbangan,” jelasnya.

Selain itu, hingga saat ini juga tercatat sebanyak 23 jemaah menjalani perawatan di Rumah Sakit Haji Surabaya. Dua jemaah lainnya mengalami penundaan keberangkatan karena kondisi hamil dan masih berada di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES). Sedangkan 27 jemaah lainnya tercatat menunda keberangkatan dari daerah asal masing-masing akibat kondisi kesehatan.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.