Entaskan Stunting-Kemiskinan, Bunda Puspa Sasar 80 Desa di Gresik

oleh -153 Dilihat
pembekalan Tim Pelaksana Kegiatan Bunda Puspa di Ruang Putri Cempo, Kantor Bupati Gresik
pembekalan Tim Pelaksana Kegiatan Bunda Puspa di Ruang Putri Cempo, Kantor Bupati Gresik. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Gresik – Langkah Pemkab Gresik mengentaskan kemiskinan dan stunting semakin gencarkan. Lewat Program Bunda Puspa, pemerintah daerah itu memperluas cakupan hingga 80 desa di delapan kecamatan mulai tahun 2026.

Program yang masuk dalam Nawa Karsa Gresik Seger ini fokus memberdayakan perempuan lewat usaha dan pendidikan anak. Harapannya, kualitas hidup keluarga di Gresik bisa naik signifikan.

Perluasan program disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, saat membuka pembekalan Tim Pelaksana Kegiatan Bunda Puspa di Ruang Putri Cempo, Kantor Bupati Gresik, baru-baru ini.

Menurut Sekda Washil, Bunda Puspa bukan sekadar bantuan. Program ini jadi instrumen utama Pemkab Gresik mewujudkan pembangunan inklusif dengan menguatkan peran perempuan.

“Program Bunda Puspa merupakan salah satu instrumen penting dalam mendukung pengentasan kemiskinan, penurunan stunting, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat. Perempuan memiliki peran yang sangat strategis dalam pembangunan keluarga maupun pembangunan daerah,” ujarnya.

Ia menekankan, kekuatan perempuan di tingkat desa jadi kunci. Jika pondasi keluarga kuat, maka desa dan kelurahan otomatis ikut kuat.

“Jika ibu-ibunya kuat, maka desa dan kelurahan tersebut akan menjadi kuat. Saya berharap outcome dari program ini dapat dimaksimalkan dengan baik oleh seluruh tim pelaksana di lapangan,” ungkapnya.

Untuk mencapai target itu, Bunda Puspa menyiapkan enam outcome utama: meningkatkan pendapatan keluarga, mengurangi jumlah keluarga miskin, mendongkrak kualitas pendidikan anak, memperbaiki gizi dan kesehatan, memandirikan perempuan sebagai kepala keluarga, serta menguatkan jejaring sosial dan budaya gotong royong.

Strateginya pun komplit. Selain pendampingan sosial, peserta dapat pelatihan kewirausahaan, pengembangan usaha mikro, pendampingan pemasaran, hingga akses permodalan dan koperasi.

Tahun ini pendampingan digarap bareng Universitas Ciputra Surabaya. Ke depan, Pemkab Gresik berencana menggandeng kampus lokal.

“Tahun ini kita bekerja sama dengan Universitas Ciputra Surabaya, dan kami merencanakan tahun depan dapat memperluas kolaborasi dengan universitas-universitas lokal di Kabupaten Gresik,” kata Washil.

Kepala Dinas KBPPPA Gresik, Titik Ernawati, menyebut Bunda Puspa sudah berjalan sejak 2022. Dulu cuma 1 desa per kecamatan, kini naik jadi 10 desa per kecamatan.

“Selama empat tahun pelaksanaan, Program Bunda Puspa baru menjangkau 24 desa. Tahun ini kami memperluas sasaran agar semakin banyak perempuan dan keluarga yang memperoleh manfaat dari program ini,” jelasnya.

Secara isi, program ini punya dua pilar: pembelajaran umum dan pemberdayaan ekonomi. Peserta belajar gender, perlindungan anak, ketahanan keluarga, peran perempuan di desa, sampai kewirausahaan. Untuk ekonomi, mereka dapat pelatihan usaha sesuai potensi masing-masing.

“Kami ingin perempuan tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga menjadi pelaku utama yang mampu menggerakkan ekonomi keluarga dan pembangunan desa,” tegas Titik.

Dengan sinergi Dinas KBPPPA, desa/kelurahan, organisasi perempuan, dunia usaha, dan perguruan tinggi, Pemkab Gresik optimistis. Selain tekan kemiskinan dan stunting, Bunda Puspa ditarget mendongkrak IPM dan IPG Gresik sekaligus mendukung target pembangunan berkelanjutan.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.