KabarBaik.co, Malang – Keberagaman masyarakat Kota Malang menjadi salah satu perhatian dalam Forum Group Discussion (FGD) bertajuk “Merawat Bhinneka Tunggal Ika, Memperkuat Persatuan Bangsa di Tengah Polarisasi Ruang Digital” yang digelar di Cafe Jeep, Kota Malang.
Kegiatan tersebut mempertemukan berbagai elemen masyarakat bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang. Forum ini menjadi ruang untuk membahas sejumlah persoalan sosial yang berkembang di masyarakat sekaligus mencari solusi secara bersama.
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi mengatakan, karakter masyarakat Kota Malang yang heterogen menjadi kekuatan sekaligus tantangan. Sebagai kota pendidikan, mobilitas penduduk di Kota Malang cukup tinggi sehingga masyarakat dengan berbagai latar belakang bertemu dan berinteraksi dalam satu ruang.
“Kota Malang ini sangat heterogen, baik dari kelompok masyarakat maupun sumber warganya. Kita samakan visi, kita bahas apa permasalahan-permasalahan yang ada di Kota Malang ini untuk mewujudkan Malang yang semakin baik ke depannya,” ujar Danang.
Menurutnya, keberagaman harus dikelola dengan baik agar tidak menjadi pemicu perpecahan. Terlebih, perkembangan teknologi membuat interaksi masyarakat tidak hanya terjadi secara langsung, tetapi juga melalui ruang digital.
Polarisasi di ruang digital dinilai berpotensi memengaruhi hubungan sosial di kehidupan nyata. Karena itu, Danang mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan dan mereduksi berbagai potensi persoalan sosial.
“Imbauan kami adalah penguatan kontrol sosial dari seluruh warga Kota Malang. Setiap orang memiliki potensi menjadi korban maupun pelaku kejahatan jika tidak ada kepedulian dan pengawasan bersama,” ujarnya.
Dalam FGD tersebut, sejumlah persoalan turut dibahas, di antaranya pencegahan kekerasan, kemerosotan moral, kepedulian terhadap lingkungan hingga keamanan masyarakat. (*)







