Final Four Proliga 2026: Nasib JPE di Antara Bayang-Bayang 2025 dan Ancaman Kudeta Popsivo

oleh -101 Dilihat
MEGAWATI MEGATRON
Megawati Hangestri, salah satu spiker andalan Jakarta Pertamina Enduro dan juga timnas Indonesia. (Foto JPE)

KabarBaik.co, Semarang – Gelora Jatidiri Semarang bersiap menyajikan tensi tinggi di seri akhir Final Four Proliga 2026 pada Kamis-Minggu, 16-19 April. Di atas kertas, Jakarta Pertamina Enduro (JPE) yang bertengger di posisi dua klasemen dengan 9 poin terlihat sudah menapakkan satu kaki di panggung Grand Final.

Namun, dalam dunia pertandingan, sebelum peluit panjang terakhir ditiup, keajaibanatau justru mimpi buruk terkadang kerap punya ruang untuk terjadi.

Bicara soal pertemuan JPE, Gresik Phonska Plus, dan Jakarta Popsivo Polwan, rasanya sulit bagi volimania untuk tidak memutar kembali memori dramatis di Final Four 2025.

Tahun lalu, situasi nyaris serupa terjadi. JPE yang tampil dominan dari awal musim dan sudah menyegel tiket Grand Final lebih awal (10 poin), ternyata kalah di laga pamungkas melawan Popsivo Polwan (8 poin) yang berlangsung di GOR Sritex Arena Solo. Skor 0-3. Akhirnya, Popsivo pun memuncaki klasemen dengan 11 poin dan mengisi satu tiket grand final.

Kekalahan JPE itu sempat memicu polemik panas di kalangan penggemar. Megawati Hangestri, yang saat itu berseragam Gresik Phonska dan harus tersingkir (9 poin) akibat hasil tersebut, bahkan sempat melontarkan sindiran viral “playing sop” di media sosial. Media-media pun memberitakannya. Andai JPE yang menang, Gresik yang lolos grand final.

Meski hujan sorotan dan dituding melakukan strategi “pilih lawan” yang merugikan tim lain, JPE akhirnya benar-benar menyabet gelar Juara Proliga 2025. Melahirkan Junaida Santi sebagai MVP kompetisi, pemain muda yang kini belum terdengar lagi kabar terbarunya.

Kini, ironi yang mendebarkan tersaji menjelang laga penentu di Semarang. Situasinya seolah berbalik. JPE (9 poin) belum sepenuhnya aman dari kejaran, sementara Popsivo Polwan (3 poin) dan rival lama mereka, Gresik Phonska, berpotensi menjadi batu sandungan yang bisa memutarbalikkan semua prediksi.
​Sebuah skenario “kudeta dramatis” masih sangat mungkin terjadi melalui rentetan laga krusial ini:

  • Jumat Penentuan (17 April): JPE akan berhadapan langsung dengan Popsivo Polwan. Jika Popsivo yang bermain nothing to lose tampil kesetanan dan mampu mencuri kemenangan telak 3-0, tekanan psikologis akan sepenuhnya berpindah ke kubu JPE. Poin Popsivo akan naik menjadi 6, sementara JPE tertahan di angka 9.
  • Sabtu Pembuktian (18 April): Keesokan harinya, Popsivo akan melawan Jakarta Electric PLN. Jika momentum kemenangan terjaga dan Popsivo kembali menang 3-0, poin mereka akan meroket ke angka 9. Tiba-tiba, JPE memiliki pesaing dengan jumlah kemenangan dan poin yang identik.
  • Minggu Pamungkas (19 April): Jika dua skenario di atas terwujud, laga penutup antara JPE melawan pemuncak klasemen, Gresik Phonska Plus, akan menjadi partai hidup mati. Jika Gresik Phonska tampil solid dan menundukkan JPE 3-0, maka poin JPE akan terkunci secara permanen.

​Dalam kondisi poin sama (9 poin), penentuan tiket Grand Final akan diselesaikan lewat adu Rasio Set. Rentetan kekalahan telak JPE dan sapu bersih kemenangan Popsivo di Semarang bisa membuat rasio set Popsivo menyalip JPE tepat di garis finis.

Potensi terjadi skenario ekstrem tersebut tentu menjadi ujian mental terbesar bagi skuad JPE. Akankah memori 2025 berbalik menjadi sandungan traumatis di mana mereka harus tergelincir oleh tim yang sama? Ataukah JPE justru akan kembali membuktikan kelasnya sebagai sang juara bertahan yang memiliki mental baja untuk menyapu bersih sisa laga?

Satu hal yang pasti, GOR Jatidiri pekan ini akan menjadi saksi bahwa di atas lapangan pertandingan, tidak ada keunggulan yang benar-benar aman sampai poin ke-25 benar-benar diraih. Yang menarik, Megawati kini berada satu tim dengan JPE. Semoga tidak ada “playing sop” tetapi benar-benar fair play. (*)

 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.