Final Piala AFF U-17: Panggung Balas Dendam Harimau Malaya vs Vietnam

oleh -108 Dilihat
IMG 20260422 225023

KabarBaik.co, Sidoarjo – Dendam akibat kekalahan memalukan di fase grup rupanya masih membakar dada Skuad Harimau Malaya. Kini, panggung final Piala AFF U-17 2026 telah disiapkan menjadi arena paling sempurna bagi Timnas Malaysia U-17 untuk menuntaskan perhitungan mereka dengan Vietnam. Takhta juara Asia Tenggara tak lagi sekadar piala, melainkan harga diri yang harus direbut kembali dalam duel epik di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.

​Kepastian Malaysia melangkah ke partai puncak didapat seusai mereka membantai Laos dengan skor telak 3-0 pada laga semifinal, Rabu (22/4). Laga ini sendiri berjalan layaknya sebuah tragedi berdarah dingin bagi skuad muda Thim Xad.

Petaka bagi Laos datang lebih cepat dari yang dibayangkan. Laga baru seumur jagung, tepatnya di menit kelima, langit seakan runtuh bagi kubu Laos ketika wasit tanpa ampun mencabut kartu merah untuk Bounthasak Chandala. Kehilangan satu pilar di menit-menit krusial membuat formasi Laos hancur berantakan bak kapal karam yang kehilangan nakhoda.

Situasi tragis ini langsung dihukum tanpa ampun oleh Malaysia. Bagaikan harimau yang mencium bau darah, mereka langsung menerkam. Hanya berselang dua menit dari insiden kartu merah tersebut, Yusuf Nasrullah sukses merobek gawang Laos, membuka keran penderitaan lawan di menit ketujuh. Tak memberi Laos kesempatan untuk bernapas, Malaysia semakin menggila. Serangan bergelombang mereka kembali membuahkan hasil di menit ke-11 lewat sontekan mematikan Aniq Thaqif Hairulnizam.

Keunggulan dua gol di awal babak pertama membuat Malaysia bermain lebih elegan dan menurunkan tensi serangan. Di sisi lain, Laos yang terdesak terpaksa mengubur mimpi menyerang dan memilih bertahan mati-matian di zona sendiri demi menghindari pembantaian yang lebih besar. Serangan balik yang coba dibangun tim asuhan Supachai Klangkrasae selalu menemui jalan buntu, terbentur karang kokoh pertahanan Harimau Malaya.

​Memasuki paruh kedua, armada yang dipimpin pelatih Shukor Adan kembali menaikkan gigi. Memamerkan dominasi absolut lewat kombinasi operan pendek dan umpan silang yang mematikan, Malaysia akhirnya memaku peti mati Laos. Pada menit ke-58, Muzakif Fitri mencetak gol ketiga yang meruntuhkan sisa-sisa mental juang Laos. Skor 3-0 tak terbantahkan, melesatkan Malaysia ke partai final.

Di seberang bagan, calon lawan Malaysia, Vietnam, melaju ke final dengan perjuangan yang tak kalah dramatis. Menghadapi sang juara bertahan Australia, skuad The Golden Star Warriors sempat tertinggal oleh gol cepat Luke Becvinovski di menit ke-9.

Namun, mental baja Vietnam berbicara. Mereka sukses bangkit dari jurang kekalahan dan membalikkan keadaan lewat gol balasan Nguyen Manh Cuong di penghujung babak pertama, disusul gol penentu kemenangan dari Nguyen Van Duong pada menit ke-61.

Pertemuan Malaysia dan Vietnam di final Jumat (24/4) pukul 19.30 WIB nanti dipastikan akan mendidih. Ini bukan lagi sekadar perebutan trofi, melainkan ajang pembalasan dendam bagi Malaysia yang dipecundangi Vietnam 0-4 pada fase grup A pekan lalu.

​Sejarah mencatat, Malaysia memiliki rekor cukup mengerikan jika sudah menapakkan kaki di final. Dalam dua kesempatan final sebelumnya (2013 dan 2019), Harimau Malaya selalu keluar sebagai juara. Namun, Vietnam bukanlah lawan sembarangan; ini adalah final keenam mereka, di mana Vietnam mengincar gelar keempat setelah kejayaan di tahun 2006, 2010, dan 2017.

Mampukah Harimau Malaya menuntaskan misi balas dendam dan mempertahankan rekor suci mereka di final? Ataukah Vietnam akan kembali menjadi mimpi buruk yang merenggut mahkota juara dari tangan sang tetangga? Jawabannya akan tersaji di atas rumput hijau Gelora Delta Sidoarjo. (*)

 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.