Gandeng BRIN, Terminal Teluk Lamong Tingkatkan Kompetensi Gardener demi Green Port

oleh -138 Dilihat
ttl brin
Ini merupakan komitmen nyata perusahaan dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

KabarBaik.co, Surabaya – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) terus mematangkan langkahnya menuju pelabuhan ramah lingkungan (green port). Berkolaborasi dengan Pusat Riset Ekologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), mereka menggelar pelatihan pengayaan diversitas tumbuhan di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai bagian dari strategi dekarbonisasi.

Sekretaris Perusahaan PT TTL, Syaiful Anam, mengungkapkan bahwa agenda ini bukan sekadar pelatihan biasa. Ini merupakan komitmen nyata perusahaan dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

“Pelatihan ini menjadi langkah awal dari komitmen besar kami. Kami ingin meningkatkan pemahaman tentang pentingnya diversitas tumbuhan untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mendukung konservasi keanekaragaman hayati,” ujar Syaiful, Kamis (21/5).

Pelatihan yang berlangsung pada 19–20 Mei 2026 ini diikuti oleh 30 peserta. Mereka merupakan gabungan dari tim ESG serta para gardener (petugas taman) dari berbagai Terminal Petikemas (TPK), mulai dari TPK Lamong, TPK Nilam, hingga TPK Berlian.

Menariknya, para gardener kini didorong untuk naik kelas. Tugas mereka tidak lagi sebatas menyiram dan memotong rumput secara rutin. Lewat pelatihan ini, kapasitas mereka ditingkatkan agar mampu menyusun model RTH yang ideal, bahkan hingga menghitung cadangan karbon (Carbon stock/C-stock) di lingkungan kerja.

Pada hari pertama, suasana kelas terasa interaktif saat para peserta dibekali materi dasar dan praktis. Mereka belajar tentang teknik pembibitan, proses aklimatisasi tanaman, morfologi tumbuhan, hingga seni menata lanskap yang estetis namun tetap fungsional.

“Kami ingin meningkatkan pemahaman peserta mengenai teknik budidaya dan pengelolaan tanaman secara berkelanjutan,” tutur Sugeng Budiharta, peneliti dari BRIN yang hadir sebagai pemateri.

Memasuki hari kedua, ruang kelas berpindah ke alam terbuka. Para peserta bertolak ke Kebun Raya Purwodadi untuk melakukan kunjungan edukatif. Di sana, mereka melihat langsung teknik pembibitan, perawatan tingkat lanjut, hingga metode monitoring kesehatan tanaman.

Antusiasme pun terpancar dari para peserta. Melkisedek, salah satu gardener yang ikut serta, mengaku mendapat banyak sudut pandang baru yang sangat aplikatif.

“Kami jadi paham bagaimana mengelola RTH berbasis biodiversitas. Bahkan, kami juga diajari cara memanfaatkan limbah daun menjadi pupuk kompos yang ramah lingkungan. Harapannya, ilmu ini bisa langsung kami terapkan di lingkungan terminal,” kata Melkisedek optimistis.

Melalui inisiatif ini, PT Terminal Teluk Lamong kembali menegaskan posisinya sebagai pelopor pelabuhan hijau yang peduli pada pelestarian alam. Langkah kecil dari tangan para gardener ini diharapkan mampu berdampak besar bagi terciptanya ekosistem pelabuhan yang sehat, produktif, dan berkontribusi nyata pada target dekarbonisasi nasional.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.