Gelombang Protes Meluas ke Daerah, Aliansi BEM Pasuruan Raya Peringatkan Mabes TNI Usut Tuntas Aktor Intelektual Teror Aktivis KontraS

oleh -181 Dilihat
IMG 20260320 WA0032
Gambar rekaman pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis di Jakarta. (Foto: Zia Ulhaq)

KabarBaik.co, Pasuruan – Terbongkarnya dugaan keterlibatan oknum Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus, memicu gelombang kemarahan yang kini meluas ke luar ibu kota.

Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Pasuruan Raya secara terbuka menyuarakan peringatan keras kepada pemerintah pusat dan institusi TNI bahwa gerakan sipil di daerah tidak sedang tertidur melihat kembalinya bayang-bayang teror bergaya otoritarian.

Bagi gerakan mahasiswa di daerah, insiden keji ini bukan lagi sekadar delik pidana penganiayaan yang berdiri sendiri, melainkan sebuah sinyal bahaya berskala nasional terhadap eksistensi kebebasan berpendapat dan keselamatan para pembela hak asasi manusia.

Ketika instrumen intelijen militer yang seharusnya berfungsi sebagai pilar pertahanan negara dari ancaman luar justru diarahkan untuk meneror warga sipil di jantung ibu kota, supremasi sipil republik ini dinilai sedang dirobek secara terang-terangan.

Koordinator Aliansi BEM Pasuruan Raya Ubaidillah Abdi menegaskan, Jakarta memang menjadi lokasi kejadian. Namun, ancaman psikosial dan efek kejut (chilling effect) dari teror ini merambat langsung ke urat nadi pergerakan di seluruh wilayah Indonesia.

“Mabes TNI dan Panglima tidak boleh berhenti pada narasi normatif penangkapan pelaku lapangan, Eksekutor rendahan tidak mungkin bertindak menyiram air keras kepada aktivis sekelas KontraS tanpa adanya perintah, logistik, dan jaminan perlindungan dari aktor intelektual di atasnya,” kata Ubaidillah, Jumat (20/3).

Menurutnya, kegagalan negara dalam membongkar tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya hanya akan memberikan legitimasi bagi praktik impunitas aparat di masa depan, yang pada gilirannya akan menyasar aktivis-aktivis di daerah yang saban hari berhadapan dengan konflik agraria, perampasan ruang hidup, hingga korupsi birokrasi.

“Kami di daerah menuntut transparansi absolut, jika TNI gagal membersihkan institusinya dari oknum-oknum berwatak pembunuh bayaran ini, maka jangan salahkan jika rakyat di daerah menganggap reformasi militer telah gagal total,” tegas Ubai.

Menurut Ubai, Aliansi BEM Pasuruan Raya menilai keterlibatan militer dalam urusan sipil melalui jalan kekerasan adalah pengkhianatan paling purba terhadap amanat Reformasi 1998. Dia menilai ada pola sistematis untuk merepresi suara-suara kritis masyarakat sipil melalui teror fisik yang terukur.

Ubai menyebut, pembiaran terhadap aktor intelektual dalam kasus Andrie Yunus akan menjadi karpet merah bagi kembalinya dwi fungsi militer dalam bentuk yang paling gelap. Karena itu, dia memastikan bahwa konsolidasi gerakan mahasiswa di daerah akan terus dipanaskan untuk merespons kasus ini.

“Peringatan dari Pasuruan ini sekaligus menjadi pesan solidaritas tanpa batas teritorial kepada kawan-kawan di KontraS dan masyarakat sipil di ibu kota,” tandas Ubai. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Ziaul Haq
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.