KabarBaik.co, Jember – Aliansi Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember mengecam keras lambannya penanganan kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis Andrie Yunus.
Mereka menilai peristiwa tersebut bukan sekadar kriminalitas biasa, melainkan ancaman nyata terhadap demokrasi dan kebebasan sipil di Indonesia.
Dalam pernyataan sikap resminya, Presiden BEM Unmuh Jember Irfan Amiluddin menegaskan bahwa ada indikasi kuat perencanaan dalam serangan tersebut. Hal ini merujuk pada rekaman CCTV dan luka berat yang diderita korban.
“Ini bukan hanya soal satu korban. Ini soal masa depan demokrasi. Jika kasus seperti ini dibiarkan lambat, maka siapa pun yang bersuara kritis bisa menjadi korban berikutnya,” tegas Irfan, Jumat (3/4).
Pihaknya juga mempertanyakan komitmen aparat dalam menegakkan keadilan, mengingat kasus ini sudah menjadi perhatian publik namun belum menunjukkan perkembangan signifikan.
Untuk itu, Aliansi Mahasiswa Unmuh Jember mengeluarkan tujuh poin tuntutan utama, mendesak Presiden membentuk Tim Pencari Fakta Independen agar pengusutan bersifat objektif dan bebas intervensi.
Menuntut agar perkara diadili di peradilan umum, bukan sekadar peradilan militer, guna menjamin transparansi publik.
Mendesak pengungkapan seluruh pelaku hingga ke level aktor intelektual dan pemberi perintah di tingkat tertinggi.
Meminta Komisi III DPR RI aktif menjalankan fungsi pengawasan terhadap kinerja aparat penegak hukum dalam kasus ini. Menagih tanggung jawab moral dan politik pemerintah dalam penegakan HAM di kancah internasional.
Mendorong penggunaan hukum berlapis melalui Pasal 468 ayat 1 KUHP dan Pasal 459 KUHP UU Nomor 1 Tahun 2023 dan mendesak institusi TNI untuk mengevaluasi personelnya agar tindakan serupa terhadap pejuang demokrasi tidak terulang kembali.
Pihak aliansi menilai, jika kasus ini dibiarkan tanpa kejelasan, akan muncul efek gentar (chilling effect) yang membuat masyarakat sipil takut menyuarakan kritik. Hal ini dianggap sebagai langkah mundur bagi kualitas demokrasi di Indonesia.
Aliansi Mahasiswa Unmuh Jember menyatakan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersolidaritas menolak segala bentuk kekerasan terhadap aktivis. (*)






