KabarBaik.co, Jepang – Badan Meteorologi Jepang (JMA) menyatakan gempa bumi berkekuatan magnitudo awal 6,1 mengguncang wilayah timur laut Jepang pada Minggu (28/6) pagi.
Menurut JMA, gempa terjadi pada pukul 05.21 waktu setempat dengan pusat gempa berada di Samudra Pasifik, lepas pantai Prefektur Iwate, pada kedalaman sekitar 40 kilometer dan badan tersebut tidak menyiarkan pengumuman peringatan tsunami setelah gempa tersebut.
Guncangan tercatat mencapai skala bawah 5 pada skala intensitas seismik Jepang yang memiliki rentang hingga 7 di sejumlah wilayah di Prefektur Aomori dan Iwate.
Perusahaan Tohoku Electric Power Co. melaporkan tidak ditemukan kondisi abnormal di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Higashidori di Prefektur Aomori maupun di kompleks pembangkit listrik tenaga nuklir Onagawa di Prefektur Miyagi.
Japan Nuclear Fuel Ltd. juga menyatakan tidak ada gangguan di fasilitas pengolahan ulang bahan bakar nuklir di Rokkasho, sebuah desa pesisir Pasifik di Prefektur Aomori.
Gempa ini terjadi hanya beberapa hari setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,2 mengguncang kawasan yang sama. Gempa tersebut mengakibatkan sedikitnya 10 orang terluka, mengganggu layanan kereta cepat Shinkansen, serta memaksa sejumlah sekolah menghentikan kegiatan belajar mengajar untuk sementara.
Gempa yang terjadi pada Kamis dini hari itu juga berpusat di lepas pantai Prefektur Iwate pada kedalaman 44 kilometer. Guncangannya mencapai skala atas 6 pada skala intensitas seismik Jepang di wilayah Hashikami, Prefektur Aomori.
Saat itu, JMA mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi gempa dengan intensitas hingga skala di atas 6 yang masih dapat terjadi dalam sepekan ke depan. (*)




