KabarBaik.co, Nganjuk – Langkah nyata dalam mengawal ketahanan pangan dan kesejahteraan petani terus digencarkan. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk, melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Mrican Kiri, resmi menggeber aksi normalisasi saluran tersier di Desa Nglawak, Kecamatan Prambon.
“Normalisasi ini merupakan bentuk pemeliharaan rutin jaringan irigasi, khususnya pada bagian saluran yang mengalami pendangkalan serius dan penyempitan akibat endapan lumpur serta material hanyut. Jika dibiarkan, kapasitas tampung merosot tajam dan pasokan air ke sawah warga pasti tersumbat,” tegas Kepala Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk, Onny Supriyono, Selasa (11/8).
Dalam aksi pembersihan tersebut, armada heavy equipment diturunkan secara maksimal.
“Kita alat berat excavator dengan dukungan penuh Tim URC Jogotirto. Material endapan diangkat total, sekaligus kita lakukan pembentukan ulang pada bagian dinding saluran yang menyempit,” lanjut Onny.
Tak hanya mengeruk lumpur, penanganan menyeluruh juga menyasar area yang tertutup gulma.
“Penanganan difokuskan pada pembersihan total vegetasi pengganggu agar jalur air benar-benar terbuka. Dengan kondisi saluran yang kembali rapi dan tertata, kita garansi air mengalir jauh lebih lancar menuju lahan pertanian warga,” tambahnya.
Dampak positif pun langsung terasa di sepanjang area persawahan Desa Nglawak pasca-pengerjaan.
“Perubahan signifikan langsung terlihat; saluran yang tadinya dipenuhi semak dan sedimentasi kini lapang kembali. Aliran air kini bergerak leluasa tanpa hambatan di antara petakan sawah,” jelasnya.
Infrastruktur irigasi tingkat tersier sendiri memegang peranan amat vital dalam menjamin pasokan air harian tanaman.
“Saluran tersier adalah Ujung tombak distribusi air sampai ke akar tanaman petani. Saluran yang terpelihara dengan baik adalah kunci keadilan dan kelancaran pembagian air, terutama bagi daerah yang bergantung penuh pada jaringan irigasi teknis,” ujar Onny.
Kegiatan pemeliharaan berkala ini diproyeksikan bakal terus berlanjut di titik-titik rawan lainnya.
“Normalisasi di Desa Nglawak ini bagian dari mitigasi jangka panjang kita untuk mengantisipasi laju sedimentasi dan gulma liar yang perlahan ‘mencekik’ kapasitas saluran,” paparnya.
Dinas PUPR menyadari betul bahwa kelancaran debit air berbanding lurus dengan hasil panen masyarakat sekitar.
“Dengan saluran yang bersih, distribusi air terjaga optimal. Ini bukan sekadar mengalirkan air, tapi bentuk dukungan nyata kami untuk menjaga produktivitas dan stabilitas ekonomi sektor pertanian Nganjuk,” tambahnya.
Sebagai penutup, komitmen jangka panjang terus disuarakan pihak PUPR demi manfaat berkelanjutan bagi warga.
“Melalui pemeliharaan dan normalisasi yang konsisten, Dinas PUPR Nganjuk bertekad merawat seluruh infrastruktur sumber daya air agar senantiasa berfungsi optimal dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” pungkas Onny.








