KabarBaik.co, Surabaya – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Surabaya melakukan aksi nyata dengan memberikan pendampingan kemanusiaan intensif bagi Kirana, balita usia 4 tahun yang menjadi korban kekerasan fisik oleh paman dan bibinya. Langkah ini diambil untuk memastikan korban mendapatkan keadilan hukum serta pemulihan psikologis yang komprehensif.
Ketua Fraksi PDIP DPRD Surabaya Budi Leksono mengecam keras tindakan biadab yang dialami korban. Saat mengunjungi kediaman Kirana, Budi menegaskan bahwa kekerasan terhadap anak adalah pelanggaran kemanusiaan berat yang tidak bisa ditoleransi.
“Kami sangat berduka dan marah. Kekerasan terhadap anak adalah tindakan biadab yang melukai nilai-nilai kemanusiaan. Kami hadir untuk memastikan korban mendapatkan perlindungan dan hak-haknya sebagai anak secara utuh,” tegas Budi Leksono, didampingi Bendahara Fraksi Abdul Malik dan Eri Irawan.
Fokus pada Pemulihan dan Administrasi
Berdasarkan temuan di lapangan, korban diduga mengalami penyiksaan berat di sebuah kos di kawasan Bangkingan, Lakarsantri, termasuk pemukulan hingga luka sundutan rokok. Selain luka fisik, Fraksi PDIP menemukan fakta bahwa korban belum memiliki akta kelahiran.
Abdul Malik menyatakan akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mengurus administrasi kependudukan korban agar akses layanan publik dan jaminan sosialnya tidak terhambat.
“Kami juga mengadvokasi terkait pendidikan korban yang tahun ini akan masuk jenjang TK. Fokus kami adalah memastikan mental adik ini pulih sebelum ia mulai berinteraksi di lingkungan sekolah,” ujar Malik.
Dukungan Moral dari Pimpinan Kota
Perhatian terhadap KRN juga datang dari Wakil Wali Kota Surabaya sekaligus Ketua DPC PDIP Surabaya, Armuji. Melalui sambungan video call, pria yang akrab disapa Cak Ji ini memberikan motivasi langsung kepada korban.
“Kamu anak hebat. Harus tetap semangat ya, apalagi tahun ini mau masuk TK. Belajar yang rajin, jangan takut, banyak yang sayang dan mendukung kamu,” tutur Armuji menenangkan.
Komitmen Kota Layak Anak
Insiden memilukan ini menjadi momentum bagi Fraksi PDIP untuk mendesak penguatan status Surabaya sebagai Kota Layak Anak. Budi Leksono menegaskan tidak boleh ada ruang bagi pelaku kekerasan anak di Kota Pahlawan.
“Kota Surabaya harus benar-benar menegaskan diri sebagai kota layak anak. Kami menuntut proses hukum yang transparan dan tegas terhadap pelaku agar memberikan efek jera,” pungkas Budi.
Saat ini, dua orang pelaku telah diamankan oleh pihak kepolisian berkat kesigapan warga yang menyelamatkan korban. Fraksi PDIP berkomitmen untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas demi masa depan KRN yang lebih baik. (*)






