Giling Tebu Pabrik Gula Cukir Dibuka, Targetkan Peningkatan Produksi dan Sinergi Petani

oleh -56 Dilihat
d9bf48c1 c969 42ae 8da9 75e04fde301e
Pembukaan giling tebu Pabrik Gula Cukir. (Foto: Ist)

KabarBaik.co– Pabrik Gula (PG) Cukir resmi memulai musim giling tebu tahun 2025, dengan fokus utama pada harmonisasi dan sinergi yang kuat antara pihak pabrik dan petani tebu. Langkah ini diambil demi mencapai kesuksesan bersama dalam produksi gula nasional.

General Manager PG Cukir Abdul Aziz, menegaskan betapa krusialnya kolaborasi yang baik antara seluruh pihak yang terlibat dalam proses penggilingan.

“Tahun ini, kami menargetkan penggilingan tebu sebanyak 430.000 ton. Ini merupakan kenaikan signifikan sekitar 80.000 ton atau setara 50 persen. Untuk mencapai target ini, dukungan dan sinergi dari petani dan karyawan adalah hal yang mutlak,” ujarnya pada Selasa (29/4).

Lebih lanjut, Abdul Aziz menjelaskan bahwa target produksi gula tahun ini harus melampaui capaian tahun sebelumnya.

“Tahun lalu, produksi kami berada di angka 6,7. Tahun ini, kami menargetkan minimal 7,0. Hal ini sejalan dengan target swasembada gula nasional yang semakin dekat, di mana PG Cukir diharapkan dapat menghasilkan 30.000 ton dari total 1.000.000 ton yang ditargetkan oleh PT SGN,” ungkapnya.

Perwakilan Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), Imron Rosadi, menekankan pentingnya kekompakan dan gotong royong antara petani dan pihak perusahaan, termasuk PG Cukir.

“Petani yang cerdas dan kompak akan menghasilkan produksi berkualitas, yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan kita semua. Manajemen perusahaan juga harus mampu berkoordinasi dengan baik dan melayani petani tebu dengan optimal. Sinergi yang kuat antara petani dan perusahaan adalah kunci untuk mewujudkan swasembada gula,” tegas Imron Rosadi.

Sementara itu, SEVP Koordinator MKSO PT Gula Nusantara Imam Cipto Suyitno, menyoroti peran sentral petani dalam meningkatkan produksi gula nasional.

“Petani tebu di Jombang, khususnya di wilayah Cukir, memiliki peran yang sangat besar dalam mengembangkan produksi gula nasional. Perlu diingat bahwa lebih dari 50 persen produksi gula nasional berasal dari Jawa Timur. Oleh karena itu, sinergi antara petani dan perusahaan gula menjadi sangat penting,” jelas Imam Cipto Suyitno.

Pemerintah Kabupaten Jombang turut memberikan perhatian pada aspek kesejahteraan pekerja di samping target produksi. Staf ahli bidang sumber daya manusia dan kemasyarakatan Pemkab Jombang, Sudiro Setyono, berpesan kepada manajemen PG Cukir untuk menjaga komitmen terhadap keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan pabrik.

“Perusahaan harus memastikan seluruh proses produksi berjalan sesuai standar keamanan dan menumbuhkan budaya saling peduli antar pekerja,” tutupnya.

Sebagai informasi tambahan, berdasarkan informasi yang diterima, Pabrik Tebu Cukir akan memulai proses penggilingan pada tanggal 19 Mei 2025.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.