Goyangan Biduan Dangdut saat Perayaan Isra Mikraj di Banyuwangi Berujung Permintaan Maaf

oleh -250 Dilihat
WhatsApp Image 2026 01 17 at 7.30.22 AM
Viral biduan dangdut berjoget dan bergoyang di acara Isra Mikraj di Songgon Banyuwangi (Tangkapan layar)

KabarBaik.co – Video biduan dangdut berjoget berlatar perayaan Isra Mikraj di Songgon Banyuwangi membuat heboh. Panitia pun meminta maaf dan membuat klarifikasi.

Dalam video berdurasi singkat itu, sang biduan yang berpakaian terbuka tampak berjoget dengan gerakan yang dinilai erotis sambil melantunkan lagu, dengan latar belakang panggung bertuliskan peringatan Isra Mikraj.

Aksi tersebut terlihat kontras dengan iringan pemusik yang mengenakan busana bernuansa Islami. Di sisi kiri panggung, tampak pula seorang penyanyi lain duduk menunggu giliran tampil dengan pakaian terbuka dan minim.

Panitia acara membenarkan adanya penampilan biduan tersebut. Acara tersebut digelar pada Jumat (16/1). Panitia acara pun meminta maaf.

“Atas nama pribadi dan sebagai ketua panitia, saya memohon maaf sebesar-besarnya,” ujar ketua panitia Acara, Hadiyanto, Sabtu (17/1).

Dalam video klarifikasi, Hadiyanto membenarkan adanya penampilan biduan tersebut dalam acara perayaan Isra Mikraj yang digelar Jumat (16/1). Ia menjelaskan, aksi joget biduan tersebut terjadi setelah rangkaian acara peringatan Isra Mikraj selesai dilaksanakan.

“Kegiatan tersebut murni untuk menghibur panitia yang sedang melakukan bersih-bersih setelah acara selesai,” kata Hadiyanto.

MUI Banyuwangi pun mengecam kasus tersebut karena dinilai merusak keluhuran dakwah. Peringatan yang seharusnya digelar khidmat justru dicoreng dengan suguhan biduan berbusana minim yang bergoyang berlatar perayaan Isra Mikraj. Oleh ulama hal tersebut dianggap tak pantas dan bukan tempatnya.

“Peristiwa ini sangat disayangkan. Keluhuran dakwah dicoreng dengan perbuatan-perbuatan yang tak mencerminkan nilai-nilai Islami,” kata Wakil Ketua Umum DP MUI Banyuwangi Kiai Sunandi Zubaidi.

Sunandi menjelaskan Isra Mikraj merupakan peristiwa luhur yang dialami Nabi Muhammad SAW. Pada saat itu, Nabi diperjalankan oleh Allah dari Mekkah ke Baitul Maqdis, kemudian diangkat ke langit ketujuh untuk menerima perintah salat.

“Perbuatan baik sebagaimana peristiwa Isra Miraj ini, tidak bisa dicampuri dengan perbuatan yang mengarah ke kegiatan kemaksiatan. Seperti halnya biduan yang mengumbar aurat dengan tarian yang erotis dan ikhtilat (bercampur laki-laki dan perempuan),” terang pengasuh PP Al-Kalam, Blimbingsari itu.

Dalam pernyataannya, panitia mengaku menggelar musik elekton itu pasca pengajian. Setelah jamaah dan undangan meninggalkan tempat, para panitia mengundang biduan untuk menghibur mereka yang sedang bersih-bersih lokasi acara lagi.

“Alasan ini tentu saja tidak bisa dibenarkan. Tindakan ini bisa mengarah ke perbuatan penistaan agama. Perlu diberikan teguran keras bagi para penanggungjawabnya. Biar tidak diulangi oleh yang lain,” tegas Kiai Sunandi. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Ikhwan Muhammad
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.