Grobogan Banjir Lagi, 8 Perjalanan Kereta Api Jalur Utara Kembali Terganggu

oleh -704 Dilihat
IMG 20260403 061448.jpg
Kondisi jalur rel antara antara Stasiun Karangjati - Gubug di Kabupaten Grobogan, Jumat (3/4), yang tergenang banjir. ANTARA/HO-KAI Daop 4 Semarang.

KabarBaik.co, Grobogan – PT KAI Daerah Operasi 4 Semarang menyebutkan perjalanan sejumlah kereta api yang melintas jalur Utara terganggu akibat banjir yang merendam sebagian jalur rel antara Stasiun Karangjati – Gubug di Grobogan, Jawa Tengah, sejak Jumat (3/4) dini hari.

Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif mengatakan banjir menggenangi satu dari dua jalur rel di antara dua stasiun tersebut dengan ketinggian mencapai 25 cm.

Akibatnya, lanjut dia, perjalanan KA harus bergantian dengan menggunakan jalur yang tidak tergenang.

“Genangan setinggi 25 cm di jalur hilir KM 32+7/8. Pemberlakuan lewat satu jalur mulai pukul 01.45 WIB karena jalur lain dinyatakan tidak dapat dilewati,” katanya.

Ia mengatakan setidaknya perjalanan delapan KA terganggu akibat rekayasa operasional tersebut.

Sejumlah KA yang terganggu perjalanannya antara lain KA Kertajaya dan Darmawangsa tujuan Jakarta, serta KA Gumarang, Jayabaya, Harina dan Argo Anjasmoro tujuan Surabaya.

“Perjalanan KA terganggu antara 10 hingga 15 menit karena harus bergantian melintas,” katanya.

Ia menuturkan berbagai langkah pengamanan operasional dilakukan guna memastikan keselamatan perjalanan KA.

Menurut dia, pemantauan intensif di lokasi dilakukan untuk memastikan kondisi jalur kembali aman dan perjalanan kereta api dapat berjalan normal.

Hujan deras yang mengguyur Grobogan sejak Kamis (2/4) sore hingga Jumat dini hari mengakibatkan banjir di sejumlah lokasi di daerah tersebut. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.