KabarBaik.co, Bojonegoro – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, pemprov Jatim memperketat pengawasan lalu lintas hewan ternak guna memastikan kesehatan hewan kurban serta mencegah penyebaran penyakit antarwilayah.
Langkah tersebut ditegaskan saat Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa melakukan kunjungan ke lokasi peternak sekaligus pengepul ternak kurban di Desa Pomahan, Baureno, Bojonegoro.
Dalam kunjungan itu, Khofifah didampingi Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, meninjau langsung kondisi kandang sapi milik peternak lokal. Gubernur juga berdialog dengan peternak mengenai asal bibit sapi, pola perawatan, hingga kualitas pakan yang digunakan untuk menjaga mutu hewan kurban.
Kepala Dinas Peternakan Jatim Indyah Aryani mengatakan tingginya minat masyarakat untuk berkurban tahun ini membawa dampak positif bagi peternak. Selain permintaan meningkat, harga jual ternak juga dinilai lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah, animo warga untuk berkurban luar biasa. Semoga peternak bahagia karena tahun ini harga ternak lebih baik dari tahun lalu dan ketersediaan stok di Jawa Timur aman bahkan lebih,” ujarnya, Selasa (26/5).
Menurut Indyah, Pemprov Jatim terus melakukan pengawasan ketat terhadap pergerakan ternak, baik antar kabupaten maupun antar kecamatan. Setiap distribusi ternak wajib dilengkapi surat keterangan sehat dari dinas terkait guna memastikan hewan yang beredar dalam kondisi sehat dan layak kurban.
“Pergerakan ternak dari kabupaten ke kabupaten maupun kecamatan ke kecamatan terus diawasi. Semua harus dilengkapi surat keterangan sehat melalui dinas terkait. Untuk pengiriman ke masjid-masjid juga mulai dilakukan dan semoga berjalan sesuai harapan,” tambahnya.
Selain memenuhi kebutuhan di dalam provinsi, ternak asal Jawa Timur juga banyak dikirim ke berbagai daerah lain seperti Jabodetabek hingga Kalimantan. Karena itu, pengawasan kesehatan hewan terus diperketat untuk menekan potensi penyebaran penyakit ternak sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap kualitas hewan kurban asal Jawa Timur. (*)







