KabarBaik.co, Malang – Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, menyalurkan bantuan sosial (bansos) senilai Rp 7.050.325.000 di Kabupaten Malang, Minggu (22/2). Penyaluran bantuan ini ditegaskan tidak semata bersifat karitatif, tetapi juga dirancang untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui program pemberdayaan.
Didampingi Bupati Malang, M. Sanusi, bantuan diserahkan Khofifah kepada kelompok rentan dan pelaku usaha mikro di Pendopo Agung Kabupaten Malang. Sasaran penerima meliputi penyandang disabilitas, lansia, hingga penerima zakat produktif. “Intervensi kita tidak boleh berhenti pada bantuan sesaat. Harus ada kesinambungan antara perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi agar masyarakat benar-benar berdaya,” tegas Khofifah.
Salah satu program unggulan dalam penyaluran tersebut adalah KIP Jawara dengan total anggaran Rp 384 juta. Rinciannya, KIP Putri Jawara sebesar Rp 36 juta untuk 12 penerima, KIP PPKS Jawara Rp 24 juta bagi 8 penerima, serta KIP KPM Jawara Rp 324 juta untuk 108 penerima manfaat.
Program ini dirancang untuk menumbuhkan wirausaha baru dari keluarga prasejahtera. Selain bantuan modal, penerima juga mendapatkan pendampingan berkelanjutan agar usaha dapat berkembang secara mandiri.
Khofifah menjelaskan bansos kali ini menggunakan skema ganda, yakni perlindungan sosial dan stimulus kemandirian.
Perlindungan sosial difokuskan melalui program Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) dan PKH Plus bagi lansia. Untuk ASPD, dialokasikan Rp 486 juta bagi 135 penerima manfaat. Sementara pada sektor pemberdayaan, Pemprov Jatim mendorong akses permodalan melalui program Prokesra dengan bunga ringan 3 persen per tahun tanpa agunan. Plafon pinjaman yang dapat diakses mencapai Rp 50 juta melalui Bank UMKM.
“Perlindungan sosial harus berjalan beriringan dengan pemberdayaan. Bantuan tidak boleh berhenti di sifat karitatif saja,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Bupati Malang M. Sanusi menyatakan, sinergi antara Pemprov Jatim dan Pemkab Malang menjadi bentuk orkestrasi pembangunan yang terintegrasi. “Program ini kami maknai sebagai upaya mendorong produktivitas dan memperkuat ketahanan keluarga. Kehadiran pemerintah harus benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Sanusi.
Selain bansos bagi warga, Pemprov Jatim juga mengalokasikan Rp 1,259 miliar untuk program BUMDesa, Desa Berdaya, dan Jatim Puspa guna memperkuat ekonomi desa di Kabupaten Malang. Bertepatan dengan momen Ramadan, Khofifah turut membagikan kurma kepada keluarga penerima manfaat sebagai simbol kebersamaan di bulan suci. (*)







