KabarBaik.co – Peristiwa banjir bandang yang melanda Provinsi Sumatera dan Aceh memantik kepedulian banyak pihak. Salah satunya datang dari Mohammad Akhyak, guru di Jombang yang menggelar pameran tunggal lukisan pasir untuk menggalang donasi bagi para korban.
Pameran bertajuk “Pasir, Doa, dan Sholawat untuk Kemanusiaan” itu digelar di Aula Terbuka Dinas Pendidikan Jombang.
Lebih dari 50 karya lukisan pasir dipamerkan, mulai dari figur Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH Hasyim Asy’ari, tokoh budayawan, hingga karya realis dengan karakter khas Akhyak.
Tak sekadar ruang apresiasi seni, pameran ini menjadi ajang kepedulian sosial. Total donasi yang berhasil terkumpul mencapai Rp 3,3 juta, yang seluruhnya disalurkan melalui lembaga resmi.
Pameran tersebut juga mendapat dukungan dari Dinas Pendidikan Jombang, Baznas, komunitas seni, Yayasan Rebung Pring Ori, para guru, hingga masyarakat umum.
Uniknya, setiap pengunjung yang memberikan donasi berhak membawa pulang satu lukisan pasir. Akhyak menegaskan bahwa kegiatan ini murni aksi kemanusiaan tanpa unsur jual-beli karya.
“Ini dedikasi saya agar masyarakat tidak takut menyumbang. Ada yang menyumbang Rp300 ribu atau Rp1 juta, semuanya tetap kami berikan lukisan,” ujar Akhyak, Senin (8/12).
Beberapa lukisan yang dibawa pulang donatur bahkan bernilai jauh lebih tinggi dari nominal donasi yang diberikan. Bagi Akhyak, hal itu adalah bentuk apresiasi dan rezeki bagi para dermawan yang ikut membantu korban bencana.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Heru Cahyono, yang membuka pameran, turut memberikan apresiasi.
“Pak Akhyak telah menjadi pelopor berkesenian dan menginspirasi anak didik serta seniman. Kreativitas yang ia lakukan menjadi contoh bahwa dari pasir dapat lahir karya sekaligus kepedulian,” ujarnya. (*)








