Hadapi Ancaman El Nino Godzilla, Mentan Amran Pastikan Stok Beras Nasional Aman hingga 11 Bulan

oleh -207 Dilihat
Mentan saat melakukan kunjungan dan dialog terkait swasembada pangan di Gudang Sewa Bulog Romokalisari,
Mentan saat melakukan kunjungan dan dialog terkait swasembada pangan di Gudang Sewa Bulog Romokalisari,

KabarBaik.co, Gresik – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok beras nasional dalam kondisi aman menghadapi ancaman fenomena cuaca ekstrem El Nino yang disebutnya sebagai “El Nino Godzilla”.

Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan langkah antisipasi sejak jauh hari sesuai arahan Presiden RI untuk menjaga ketahanan pangan nasional.

Hal tersebut disampaikan Mentan saat melakukan kunjungan dan dialog terkait swasembada pangan di Gudang Sewa Bulog Romokalisari, kawasan Bumi Maspion, Gresik, bersama Direktur Utama Perum Bulog, Kabulog Divre Jatim, kelompok kontak tani nelayan andalan (KTNA/Klompencapir), BEM mahasiswa, hingga Satgas Pangan.

Di hadapan peserta dialog, Amran menegaskan bahwa pemerintah telah belajar dari pengalaman menghadapi El Nino pada 2015 maupun periode 2023–2024. Berbagai langkah penguatan sektor pertanian telah dilakukan, mulai dari pembangunan infrastruktur, pembenahan sarana produksi, hingga penyederhanaan regulasi.

“Indonesia insyaallah sudah kita siapkan dengan baik. Dulu tahun 2015 kita siapkan infrastruktur, lalu saat El Nino 2023-2024 kita terbukti mampu bertahan dari kekeringan,” ujar Amran, Rabu (13/5).

Menurutnya, stok beras yang tersedia saat ini diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan nasional hingga 11 bulan ke depan. Perhitungan tersebut dilakukan dengan asumsi produksi nasional tetap berjalan minimal dua juta ton per bulan.

“Kalau dihitung, kekuatan stok kita bisa sampai 11 bulan. Bahkan jika produksi tetap berjalan minimal dua juta ton per bulan, maka situasi tetap aman. Jadi tidak ada masalah karena persiapan sudah dilakukan sejak awal,” katanya.

Amran menjelaskan, sejak Presiden RI dilantik, pemerintah langsung melakukan pembenahan besar-besaran di sektor pertanian. Mulai dari perbaikan infrastruktur pertanian, kebijakan produksi, hingga memangkas berbagai regulasi yang dinilai menghambat petani.

Ia menyebut, sebelumnya terdapat sekitar 145 regulasi yang dinilai memperlambat sektor produksi pertanian. Kini berbagai aturan tersebut mulai dipangkas agar proses produksi dan distribusi pangan menjadi lebih cepat dan efisien.

“Ini salah satu langkah yang sangat membahagiakan petani Indonesia. Kita ingin produksi meningkat dan petani lebih mudah bergerak,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Amran juga menyinggung soal peningkatan kapasitas stok beras nasional yang kini mencapai sekitar lima juta ton. Menurutnya, angka tersebut jauh lebih tinggi dibanding kapasitas sebelumnya yang hanya berkisar tiga juta ton.

Ia meminta semua pihak tidak mudah mempercayai informasi yang tidak sesuai data terkait stok maupun impor beras nasional. Pemerintah, kata dia, terus melakukan pengawasan ketat terhadap distribusi dan cadangan pangan.

“Kita bekerja berdasarkan data. Kalau ada informasi yang tidak benar, tentu harus diluruskan,” tandasnya.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menjaga ketahanan pangan nasional di tengah ancaman perubahan iklim global yang diperkirakan dapat memengaruhi produksi pangan dunia.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.