KabarBaik.co, Jakarta – Mahkota juara Kejurnas Bola Voli Indoor Antarklub U-18 2026 resmi mendarat di Kabupaten Bandung. Dalam partai puncak yang digelar di GOR Bulungan, Sabtu (9/5), O2C Ciparay tampil perkasa dengan melibas rival sewilayahnya, Ajaib Wahana Kuningan, lewat kemenangan telak tiga set langsung.
Pertandingan yang diprediksi akan berlangsung sengit hingga set terakhir ternyata menjadi panggung unjuk gigi bagi anak-anak asuh Octavian. O2C Ciparay menunjukkan kelasnya sebagai tim dengan pertahanan paling solid dan serangan balik yang mematikan.
Skor akhir 3-0 (25-22, 25-17, 25-10) menjadi bukti nyata dominasi O2C. Setelah sempat mendapat perlawanan ketat di set pertama, O2C Ciparay tampil tanpa cela di dua set berikutnya. Puncaknya pada set ketiga, koordinasi yang buruk dari kubu Ajaib Wahana dimanfaatkan dengan dingin oleh Tina Syifa dkk untuk mengunci kemenangan dengan skor telak 25-10.
Tina Syifa dan Magis GOR Bulungan
Kapten O2C Ciparay, Tina Syifa Sabila Salim, kembali membuktikan kualitasnya sebagai pemain bermental juara. Setelah sukses di Proliga bersama Jakarta Pertamina Enduro, ia berhasil memimpin rekan-rekan mudanya meraih supremasi tertinggi di level usia 18 tahun.
Kemenangan ini juga terasa sangat manis mengingat perjalanan O2C yang penuh tantangan. Mereka adalah tim yang menghentikan langkah sang juara Jawa Timur, Petrokimia Academy Gresik, di babak perempat final melalui drama lima set. Keberhasilan melewati “ujian nyali” melawan Petro tersebut tampaknya menjadi titik balik mental yang membuat O2C tampil tak terbendung hingga mengangkat trofi sore ini.
Dengan hasil ini, Jawa Barat sukses mengukuhkan diri sebagai pusat pembinaan voli putri terbaik di Indonesia dengan menempatkan dua wakilnya di podium tertinggi. Selamat untuk O2C Ciparay, sang Ratu Baru voli remaja Indonesia!
Ini dia tambahan subjudul baru mengenai keberhasilan tim asal Lombok meraih medali perunggu, untuk melengkapi laporan utama Anda:
Drama Lima Set! Bivota Inges Lombok Segel Peringkat Ketiga
Sementara itu, kejutan manis datang dari wakil Nusa Tenggara Barat, Bivota Inges Lombok, yang berhasil mengamankan tempat ketiga di kategori putri. Dalam laga perebutan medali perunggu yang berlangsung penuh ketegangan, tim asal Lombok ini sukses menumbangkan wakil tuan rumah, JVC Surge Jakarta, melalui drama full set.
Pertandingan berjalan bak roller coaster. Bivota Inges sempat memegang kendali dengan memenangkan dua set awal secara tipis. Namun, JVC Surge bangkit dan menyamakan kedudukan, memaksa pertandingan berlanjut ke set penentuan. Di babak “tos-tosan”, ketenangan para pemain Bivota Inges menjadi kunci untuk menutup laga dengan skor akhir 3-2 (25-23, 25-23, 14-25, 22-25, 15-13).
Kemenangan ini mencatatkan sejarah tersendiri bagi Bivota Inges Lombok. Keberhasilan mereka berdiri di podium ketiga membuktikan bahwa peta kekuatan bola voli nasional kini semakin merata dan tidak lagi hanya terpusat di Pulau Jawa. Semangat pantang menyerah yang ditunjukkan di GOR Bulungan sore ini menjadi kado indah bagi masyarakat voli di Lombok.
Luar biasa perjalanan Bivota Inges! Dari data ini, sepertinya mereka punya mental baja setelah sempat dikejar di set ketiga dan keempat. (*)






