Harga Plastik Melejit hingga 60% Dikeluhkan UMKM, Pemkot Surabaya Siapkan Langkah Antisipasi

oleh -509 Dilihat
WhatsApp Image 2026 04 07 at 9.55.13 AM
Pemkot Surabaya melakukan monitoring di salah satu pasar (Istimewa)

KabarBaik.co, Surabaya – Pemkot Surabaya bergerak cepat mengantisipasi lonjakan harga plastik yang kian signifikan. Kenaikan yang dipicu oleh faktor global ini dikhawatirkan bakal merembet pada kenaikan harga kebutuhan pokok dan memberatkan biaya produksi pelaku UMKM.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah serta Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya, Mia Santi Dewi, menyebutkan bahwa kenaikan harga plastik saat ini berada di angka 30 hingga 60 persen. Kondisi ini tidak terlepas dari dinamika pasokan global dan fluktuasi harga energi dunia.

“Memang kenaikan harga plastik sekarang ini cukup signifikan ya, sekitar 30 sampai 60 persen. Jadi memang dipacu pasokan global dan harga energi di dunia yang tidak bisa kita hindari,” ujar Mia Santi Dewi, Selasa (7/4).

Monitoring Pasar dan Potong Rantai Pasok

Menyikapi hal tersebut, Dinkopumdag Surabaya rutin melakukan monitoring di lapangan untuk memantau ketersediaan barang dan stabilitas harga. Berdasarkan pengecekan di sejumlah toko dan pasar, tren kenaikan harga plastik memang nyata terjadi.

Sebagai langkah konkret, Pemkot Surabaya menjalin komunikasi intensif dengan pihak distributor. Strateginya adalah memutus rantai pasok agar lebih pendek, sehingga pelaku usaha bisa mendapatkan harga yang lebih kompetitif.

“Kita komunikasi dengan distributor, kemudian kita hubungkan dengan para pedagang atau UMKM kita. Jadi lebih memutus rantai pasoknya supaya tidak terlalu panjang,” jelas Mia.

Dorong Inovasi Kemasan Non-Plastik

Kenaikan biaya kemasan diakui menjadi tantangan berat bagi UMKM karena berpotensi melambungkan harga jual produk. Untuk itu, Pemkot Surabaya melakukan pendampingan khusus agar pelaku usaha mulai berinovasi menggunakan bahan alternatif non-plastik yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Selain substitusi bahan, perubahan pola distribusi juga disarankan. Salah satunya dengan menjual produk dalam kuantitas yang lebih besar guna meminimalisir penggunaan kemasan plastik kecil (sachet).

“Kita mencoba mendampingi untuk inovasi kemasan di UKM, tidak lagi dengan plastik, tapi dengan bahan-bahan lain yang bisa menekan biaya produksinya,” imbuh Mia.

Meski hingga saat ini keluhan dari pelaku usaha belum membludak, Mia memastikan pihaknya akan terus bersiaga. Pendampingan berkelanjutan diharapkan mampu menjaga stabilitas produksi UMKM agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan pendapatan pelaku usaha tidak tergerus.

“Kita berusaha terus mendampingi supaya produksi bisa terus jalan, harga tidak naik, dan pendapatan mereka (pelaku UMKM) tetap stabil,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Sugiantoro
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.