KabarBaik.co – Memasuki hari kedua pencarian, tim gabungan dari Basarnas dan sejumlah instansi terkait masih terus berupaya menemukan Nia Maulidia, 10 tahun, seorang anak perempuan yang terseret arus deras di Sungai Brantas, Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.
Sejak pagi, Selasa (17/6), tim SAR telah menyisir aliran Sungai Brantas hingga Bendungan Blobo di arah Kepanjen. Ketua Tim Basarnas Yoni Farisa K., mengatakan pencarian dimulai pukul 08.00 WIB dan berakhir pada pukul 17.00 WIB.
“Hari ini kami mengerahkan sekitar 120 personel dari berbagai unsur, termasuk tim SAR, relawan, dan aparat wilayah. Pencarian berlangsung sekitar sembilan jam, namun sejauh ini belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban,” ujar Yoni saat ditemui di posko pencarian yang didirikan di Jalan Kyai Parseh Jaya, Bumiayu.
Pulang Sekolah, Anak 10 Tahun Terseret Arus Deras Sungai Brantas di Bumiayu Malang
Untuk memperluas jangkauan, tim SAR menggunakan lima perahu rafting guna menelusuri sisi sungai yang sulit dijangkau. Pencarian dilakukan menyeluruh di sepanjang aliran sungai yang dicurigai sebagai titik kemungkinan korban berada.
“Pencarian sudah menjangkau hingga Bendungan Blobo. Kami tetap siaga, termasuk di malam hari, apabila muncul petunjuk atau laporan dari masyarakat,” lanjutnya.
Yoni menyebutkan, masa pencarian akan berlangsung hingga lima hari ke depan sesuai prosedur operasi standar. Namun demikian, pihaknya tidak menutup kemungkinan akan memperpanjang jika diperlukan.
Di tempat terpisah, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan keprihatinannya dan berharap korban dapat segera ditemukan. Ia juga menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk membantu jika dibutuhkan tambahan personel.
“Kami terus memantau perkembangan di lapangan. Jika Basarnas membutuhkan penambahan tim gabungan, Pemkot Malang siap berkoordinasi,” ujar Wahyu.
Sebelumnya, Nia Maulidia dilaporkan hilang pada Senin (16/6). Korban saat itu pulang sekolah bersama teman-temannya menyusuri sungai. Nahas korban terseret arus deras.(*)







