KabarBaik.co, Sidoarjo– Hari pertama Car Free Day (CFD) di Alun-alun Sidoarjo usai libur saat bulan Ramadan langsung disambut antusias warga. Tak hanya warga yang memadati kawasan untuk berolahraga, para pedagang UMKM juga sumringah karena kembali meraup rezeki dari ramainya pengunjung.
Sejak pagi, denyut aktivitas di sekitar alun-alun terasa kembali hidup. Jalur yang biasanya dipenuhi kendaraan bermotor berubah menjadi ruang publik yang ramai oleh pejalan kaki, pesepeda, hingga keluarga yang menikmati akhir pekan bersama.
Kehadiran pedagang di sepanjang jalur CFD menjadi daya tarik tersendiri. Beragam makanan dan minuman, hingga jajanan tradisional laris diserbu pengunjung yang memanfaatkan momen berkumpul sekaligus berburu sarapan.
Sebelumnya, kegiatan CFD memang diliburkan selama bulan Ramadan sebagai bentuk penyesuaian aktivitas masyarakat. Kini, usai bulan suci berakhir, kawasan tersebut kembali difungsikan dan langsung menghadirkan suasana yang dirindukan.
Kepala Dinas Perhubungan Sidoarjo, Budi Basuki, mengatakan bahwa kebijakan penghentian sementara CFD saat Ramadan dilakukan agar masyarakat lebih fokus menjalankan ibadah.
“Selama Ramadan, kegiatan Car Free Day kami liburkan sementara. Ini sebagai bentuk penghormatan agar masyarakat lebih fokus menjalankan ibadah,” ujarnya, Minggu (12/4). .
Ia menambahkan pada hari pertama pembukaan kembali ini, pola jalur CFD tidak mengalami banyak perubahan, hanya ada penyesuaian arus lalu lintas di beberapa titik untuk mendukung kelancaran kegiatan.
“Secara umum jalurnya tetap sama, hanya saja ada pengaturan arus di Jalan Kombes Pol M. Duryat yang dibuka satu arah,” jelasnya.
Di sisi lain, para pedagang mengaku sangat terbantu dengan kembali digelarnya CFD. Momen ini menjadi kesempatan untuk mengisi kembali pundi-pundi rupiah setelah sempat sepi selama Ramadan.
“Alhamdulillah ramai lagi. CFD ini sangat membantu kami, karena pembeli banyak dan dagangan cepat habis,” ujar salah satu pedagang.
Dengan kembalinya CFD di Alun-alun Sidoarjo, tidak hanya menghadirkan ruang olahraga dan rekreasi bagi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi kecil yang kembali berdenyut di akhir pekan. (*)







