Hasil Laga Jerman vs Finlandia 4-0: Sinyal Kuat Die Mannschaft Menuju Piala Dunia 2026

oleh -303 Dilihat
GERMANY JUARA

KabarBaik.co, JakartaTimnas Jerman menunjukkan sinyal kuat menjelang persiapan menuju Piala Dunia 2026 setelah menghancurkan Finlandia 4-0 dalam laga uji coba yang digelar di MEWA Arena, Mainz, Senin (1/6) dini hari pukul 01.45 WIB.

Die Mannschaft tampil dominan sepanjang pertandingan dengan penguasaan bola mencapai 65 persen dan tidak memberi satu pun tembakan tepat sasaran kepada Finlandia. Namun, kemenangan meyakinkan itu sedikit ternoda setelah penyerang muda potensial Deniz Undav mengalami cedera dan harus ditarik keluar pada awal babak kedua.

Bermain agresif sejak menit awal, skuad asuhan Julian Nagelsmann langsung mengendalikan jalannya pertandingan. Statistik menunjukkan superioritas Jerman dengan expected goals (xG) mencapai 3,33 berbanding 0,40 milik Finlandia. Selain itu, Jerman mencatatkan 19 tembakan dengan 10 mengarah ke gawang, sementara Finlandia hanya mampu melepaskan tujuh percobaan tanpa satu pun yang tepat sasaran.

Keunggulan Jerman akhirnya pecah pada menit ke-34. Deniz Undav sukses menanduk bola ke dalam gawang setelah menyambut umpan silang akurat dari sisi sayap. Gol tersebut menjadi hadiah atas tekanan yang terus diberikan tuan rumah sejak awal pertandingan.

Meski unggul satu gol saat turun minum, Jerman tidak mengendurkan serangan pada babak kedua. Baru tiga menit setelah jeda, Florian Wirtz menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Gelandang serang muda itu memanfaatkan umpan matang di dalam kotak penalti sebelum dengan tenang menaklukkan Lukas Hradecky.

Dominasi Jerman semakin terlihat pada menit ke-57. Lennart Karl mengirim umpan terobosan sempurna yang diteruskan Deniz Undav menjadi gol ketiga. Striker Stuttgart tersebut menunjukkan ketenangannya dengan menempatkan bola ke pojok kanan bawah gawang Finlandia.

Baca Juga: Jadwal Lengkap dan Prediksi Juara Piala Dunia 2026

Namun, hanya dua menit setelah mencetak gol keduanya, Undav terlihat mengalami masalah fisik dan meminta perawatan medis. Pada menit ke-61, Nagelsmann memutuskan menariknya keluar dan memasukkan Maximilian Beier sebagai pengganti.

Ketika Finlandia masih berusaha bangkit, Jerman kembali menghukum lawannya. Jamal Musiala mencetak gol keempat pada menit ke-63 melalui aksi individu impresif. Gelandang Bayern Muenchen itu menyambut umpan terobosan, melewati lini pertahanan Finlandia, lalu melepaskan tembakan terukur yang bersarang di sisi kiri gawang.

Hingga laga berakhir, Finlandia kesulitan keluar dari tekanan. Jerman menutup pertandingan dengan akurasi umpan mencapai 92 persen dari 656 operan dan memperoleh sembilan tendangan sudut, menegaskan betapa timpangnya pertandingan tersebut.

Kemenangan telak tersebut menjadi modal positif bagi Nagelsmann dalam membangun tim yang kompetitif menuju Piala Dunia 2026. Meski demikian, kondisi Deniz Undav akan menjadi perhatian serius setelah sang penyerang tampil gemilang dengan dua gol sebelum harus meninggalkan lapangan akibat cedera.

Misi Menghapus Trauma Piala Dunia

Kemenangan tersebut setidaknya menjadi modal bagi Nagelsmann dalam mempersiapkan tim menuju Piala Dunia 2026. Namun, tantangan terbesar Jerman bukan hanya soal kualitas permainan, melainkan menghapus trauma kegagalan pada dua edisi Piala Dunia sebelumnya.

Pada Piala Dunia 2018 di Rusia, Jerman yang berstatus juara bertahan secara mengejutkan tersingkir di fase grup setelah kalah dari Meksiko dan Korea Selatan. Die Mannschaft bahkan finis di dasar klasemen Grup F, sebuah hasil yang mengejutkan dunia sepak bola.

Empat tahun berselang di Qatar, nasib serupa kembali terjadi. Jerman gagal lolos dari fase grup setelah kalah dari Jepang dan hanya mampu bermain imbang melawan Spanyol. Kemenangan atas Kosta Rika pada laga terakhir tidak cukup menyelamatkan mereka dari eliminasi dini.

Kegagalan pada 2018 dan 2022 menjadi catatan kelam dalam sejarah sepak bola Jerman. Untuk pertama kalinya, negara peraih empat gelar juara dunia itu tersingkir pada fase grup dalam dua edisi Piala Dunia secara beruntun.

Karena itu, meski banyak pengamat menempatkan Jerman sebagai favorit untuk memimpin Grup E Piala Dunia 2026, target utama Nagelsmann adalah memastikan timnya kembali mampu melewati fase grup sebelum berbicara lebih jauh mengenai peluang merebut gelar juara dunia kelima.

Dengan hadirnya generasi baru seperti Jamal Musiala dan Florian Wirtz, serta fondasi permainan yang mulai terbentuk, kemenangan telak atas Finlandia menjadi indikasi bahwa Jerman tengah berada di jalur yang tepat. Namun, ujian sesungguhnya baru akan datang ketika mereka harus membuktikan bahwa bayang-bayang kegagalan di Rusia dan Qatar benar-benar telah ditinggalkan.

Di Piala Dunia 2026 menempatkan Jerman di Grup E bersama Ekuador, Pantai Gading, dan Curacao. Di atas kertas, Musiala dkk menjadi unggulan utama untuk finis sebagai juara grup. Sejumlah media Eropa bahkan menempatkan Jerman sebagai salah satu tim dengan peluang terbesar meraih poin maksimal pada fase grup.

Meski demikian, Jerman tidak bisa menganggap remeh persaingan di grup tersebut. Ekuador dipandang sebagai lawan terberat karena memiliki organisasi permainan yang solid dan sejumlah pemain yang tampil di kompetisi elite Eropa. Sementara Pantai Gading, yang datang dengan status juara Piala Afrika, dinilai berpotensi menjadi kuda hitam berkat kekuatan fisik dan kemampuan serangan balik yang berbahaya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.