Hasil Lengkap Hari Pertama Indonesia Open 2026: Empat Kandas, 7 Wakil Merah Putih Melaju

oleh -144 Dilihat
LEO DANIEL
eo Rolly Carnando/Daniel Marthin. (PBSI)

KabarBaik.co, Jakarta- Hari pertama ternamen badminton paling bergengsi di Tanah Air, Indonesia Open 2026 menghadirkan kabar cukup menggembirakan bagi tuan rumah. Dari 11 wakil yang turun bertanding pada babak 32 besar hari pertama, Selasa (2/6), tujuh wakil Merah Putih berhasil mengamankan tiket ke babak 16 besar, sementara empat wakil lainnya harus menghentikan langkah lebih awal di hadapan publik Istora Senayan.

Sorotan utama datang dari sektor tunggal putra. Jonatan Christie yang menjadi unggulan kelima tampil solid untuk menundukkan wakil Singapura, Jia Heng Jason Teh, dua gim langsung 21-18, 21-15. Penampilan meyakinkan juga ditunjukkan Alwi Farhan yang sukses membuat kejutan dengan menyingkirkan Lakshya Sen asal India melalui kemenangan 21-19, 21-16.

Dari sektor tunggal putri, Putri Kusuma Wardani (KW) turut menjaga asa Indonesia setelah mengatasi perlawanan Sung Shuo Yun dari Taiwan dengan skor 21-13, 21-14.

Di nomor ganda putri, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari tampil dominan saat menundukkan pasangan India Treesa Jolly/Gayatri Gopichand Pullela 21-14, 21-12. Sementara satu tiket lainnya dipastikan menjadi milik Indonesia setelah terjadi duel sesama wakil tuan rumah antara Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine melawan Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum. Dalam laga tersebut, Rachel/Febi keluar sebagai pemenang dengan skor 22-20, 21-17.

Sektor ganda campuran juga menyumbang dua kemenangan penting. Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil bangkit setelah kehilangan gim pertama untuk mengalahkan pasangan Prancis Julien Maio/Lea Palermo 14-21, 21-19, 21-11. Sementara Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah tampil meyakinkan saat menyingkirkan pasangan Amerika Serikat Presley Smith/Jennie Gai 21-19, 21-13.

Namun, tidak semua wakil Indonesia mampu melanjutkan perjalanan. Ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin harus mengakui keunggulan pasangan Taiwan Lee Jhe-Huei/Yang Po-Hsuan dalam pertarungan tiga gim 16-21, 21-13, 19-21.

Di sektor ganda campuran, Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindya Wardana gagal mengembangkan permainan dan menyerah dari pasangan China Cheng Xing/Zhang Chi dengan skor telak 10-21, 9-21. Nasib serupa dialami Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti yang tumbang dalam laga ketat tiga gim melawan pasangan Taiwan Liu Kuang Heng/Hsu Yin-Hui 11-21, 23-21, 19-21.

Secara keseluruhan, Indonesia menutup hari pertama dengan catatan positif. Tujuh wakil berhasil mengamankan tempat di babak 16 besar, yakni Jonatan Christie, Alwi Farhan, Putri Kusuma Wardani, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil, serta Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah.

Hasil ini menjadi modal awal yang menjanjikan bagi skuad Merah Putih untuk terus berburu prestasi di turnamen bulu tangkis paling bergengsi di Tanah Air tersebut.

Hari kedua, Rabu (3/6), sejumlah wakil Indonesia juga baru akan memulai babak 32 besar. Mereka giliran akan berjuang untuk dapat melaju ke babak 16 besar.

The Next Minions Tersandung

Sementara itu, di antara kabar yang terbilang cukup mengejutkan adalah kanasanya pasangan ganda putra yang dijuluki “The Next Minions”, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin. Keduanya harus tersingkir di babak awal Indonesia Open 2026 setelah kalah dramatis dari pasangan Chinese Taipei atau Taiwan, Lee Jhe-Huei/Yang Po-Hsuan, Selasa (2/6).

Kekalahan ini terasa mengejutkan. Betapa tidak, bukan hanya karena Leo/Daniel tampil di hadapan pendukung sendiri, tetapi juga karena pasangan ini sempat menunjukkan tanda-tanda kebangkitan sejak kembali dipasangkan pasca Daniel pulih dari cedera panjang. Bahkan, mereka langsung merebut gelar juara Thailand Open 2026 pada turnamen pertama setelah reuni.

Namun, Istora kali ini menghadirkan cerita berbeda. Setelah kalah 16-21 pada gim pertama, Leo/Daniel bangkit dan merebut gim kedua dengan skor meyakinkan 21-13. Momentum itu berlanjut pada gim penentuan ketika pasangan Indonesia sempat unggul jauh 12-4 dan tampak berada di atas angin untuk mengamankan tiket ke babak 16 besar.

Sayangnya, keunggulan tersebut gagal dipertahankan. Lee/Yang perlahan memangkas jarak, menyamakan skor menjadi 16-16, lalu mengambil alih kendali pertandingan hingga menutup laga dengan kemenangan 21-19 di gim ketiga.

Kekalahan ini menjadi pukulan bagi pasangan yang dalam beberapa tahun terakhir kerap disebut sebagai generasi penerus Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. Ekspektasi tinggi publik pun tak terelakkan setelah mereka langsung meraih gelar saat kembali dipasangkan.

“Pertama-tama kami mohon maaf kepada suporter Indonesia, karena kami belum bisa memberikan hasil yang terbaik di Indonesia Open kali ini. Tadi kami sudah berjuang, walaupun di game ketiga tadi kami agak terburu-buru. Ke depannya kami akan memperbaiki kesalahan-kesalahan kami, dan semoga di turnamen berikutnya kami bisa memberikan hasil yang terbaik,” ujar Daniel dilansir dari laman resmi PBSI, Selasa (2/6).

Leo mengakui perubahan tempo permainan lawan menjadi salah satu faktor yang membuat mereka kehilangan kendali saat sudah berada dalam posisi unggul.

“Pastinya di seluruh game tadi, kami bermain terburu-buru. Terus waktu unggul, kami harusnya terus menyerang, tapi mereka mengubah tempo permainan. Sebenarnya kami juga sudah mencoba untuk tidak meladeni mereka, tapi mereka mungkin sudah mengantisipasi bola-bola kami, tapi ternyata mereka malah bisa membalikkan keadaan,” kata Leo.

Sementara Daniel menilai kekalahan lebih banyak disebabkan oleh kesalahan sendiri pada momen-momen krusial. “Sebenarnya tidak ada masalah fokus, cuma kami banyak melakukan kesalahan sendiri. Terus harusnya bola nggak boleh mati, tapi kami mati. Mungkin lapangan juga cukup berangin,” tuturnya.

Indonesia Open 2026 merupakan turnamen ketiga bagi Leo/Daniel sejak kembali berduet setelah Daniel menjalani masa pemulihan cedera lutut kiri yang dialaminya pada Piala Sudirman 2025. Cedera tersebut membuat Daniel harus naik meja operasi dan menepi dari kompetisi selama hampir satu tahun.

Menariknya, comeback mereka langsung menghasilkan gelar juara Thailand Open 2026. Namun setelah itu performa belum sepenuhnya stabil. Di Malaysia Masters mereka terhenti di babak pertama, dan kini langkah mereka kembali terhenti sejak pertandingan pembuka Indonesia Open.

Leo menegaskan bahwa tingginya ekspektasi publik merupakan konsekuensi dari keberhasilan mereka meraih gelar saat baru kembali dipasangkan.

“Yang harus digarisbawahi karena waktu awal dipasangkan lagi kan kami langsung juara ya, ekspektasi orang pasti tinggi. Jadi sebenarnya waktu hasilnya di Thailand itu juara, kami berdua tidak menyangka, karena kondisi juga baru habis cedera. Buat saya sendiri sih bonus,” ungkap Leo.

Meski gagal memenuhi harapan publik Istora, Leo/Daniel memilih menatap ke depan. Pasangan yang masih menjadi salah satu andalan regenerasi ganda putra Indonesia itu bertekad menjadikan kekalahan ini sebagai bahan evaluasi sebelum menghadapi rangkaian turnamen berikutnya, yakni Australia Open dan Macau Open.

Bagi Leo/Daniel, perjalanan sebagai “The Next Minions” masih panjang. Namun di Istora Senayan kali ini, mimpi besar itu harus tertunda lebih cepat dari yang diperkirakan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.