KabarBaik.co, Jakarta- Skuad Asia yang pernah berhadapan langsung, bahkan pernah kalah dengan Timnas Indonesia, yakni Arab Saudi kembali melanggang ke panggung Piala Dunia 2026. Namun, kali Green Falcons membawa satu pesan yang jelass. Bahwa, mereka bukan lagi tim yang hanya mengandalkan kejutan sesaat.
Setelah momen bersejarah ketika menaklukkan Argentina di Piala Dunia 2022, Arab Saudi kini datang dengan skuad yang lebih stabil, lebih berpengalaman di level klub, dan lebih matang dalam pendekatan permainan. Namun tantangan yang mereka hadapi juga jauh lebih berat.
Di bawah tekanan kompetisi global yang semakin ketat, Arab Saudi mencoba membangun identitas baru. Yakni, tim yang disiplin, terorganisir, dan mampu bersaing bukan hanya di satu pertandingan, tetapi sepanjang fase grup.
Salem Al-Dawsari Tetap Jadi Pusat Harapan
Di tengah perubahan generasi, satu nama tetap menjadi poros utama: Salem Al-Dawsari. Kapten sekaligus ikon tim nasional ini kembali diharapkan menjadi pembeda, seperti yang dilakukan saat mencetak gol ke gawang Argentina di Qatar 2022. Pengalaman, kreativitas, dan kemampuan membaca momen menjadikannya pemain paling berpengaruh di skuad Arab Saudi saat ini.
Di sekelilingnya, pelatih mengandalkan kombinasi pemain senior dan generasi baru yang mulai mendapat menit bermain lebih besar di level internasional maupun domestik.
Jika dibandingkan dengan beberapa edisi sebelumnya, Arab Saudi kini terlihat lebih merata di semua lini. Mayoritas pemain berasal dari klub-klub besar Saudi Pro League seperti Al Hilal, Al Nassr, Al Ahli, dan Al Ittihad, yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan kualitas kompetisi akibat masuknya banyak pemain internasional.
Meski demikian, beberapa media setempat menyebutkan bahwa tantangan utama tetap sama. Bagaimana menjaga konsistensi saat menghadapi tim-tim elite dunia yang memiliki tempo dan intensitas jauh lebih tinggi.
Wajah Baru dan Kedalaman Skuad
Salah satu hal yang menonjol dari skuad ini adalah kombinasi antara pemain berpengalaman dan nama-nama yang mulai naik ke permukaan.
Di lini tengah, Mohammed Kanno tetap menjadi jangkar penting, didukung oleh energi muda seperti Musab Al Juwayr dan Ziyad Al Johani. Kehadiran mereka memberi keseimbangan antara pengalaman dan dinamika permainan.
Di sektor sayap, Arab Saudi memiliki beberapa opsi cepat seperti Ayman Yahya dan Khalid Al Ghannam yang bisa menjadi pembeda dalam situasi transisi.
Sementara itu, lini pertahanan menjadi salah satu bagian paling padat, dengan banyak pemain yang sudah terbiasa bermain dalam sistem kompetitif di klub-klub besar domestik. Kehadiran Saud Abdulhamid yang kini bermain di Eropa bersama Lens menjadi nilai tambah penting dari sisi pengalaman internasional.
Peluang di Grup H
Arab Saudi tergabung di Grup H bersama Spanyol, Uruguay, dan Cape Verde. Di atas kertas, Spanyol menjadi favorit utama grup dengan generasi muda berbakat yang sudah terbukti di level Eropa. Uruguay juga tetap berbahaya dengan kombinasi pemain senior dan energi baru yang khas Amerika Selatan.
Cape Verde menjadi lawan yang secara kualitas berada di bawah dua favorit tersebut, tetapi tetap tidak bisa diremehkan dalam turnamen besar.
Dalam konteks ini, Arab Saudi diprediksi akan menjalani persaingan ketat untuk setidaknya memperebutkan posisi ketiga grup. Namun format baru Piala Dunia 2026 yang memberi peluang bagi beberapa peringkat tiga terbaik untuk lolos ke fase gugur membuka harapan tambahan bagi Green Falcons.
Jika mampu memaksimalkan satu atau dua pertandingan kunci, terutama melawan Cape Verde, serta mencuri poin dari salah satu tim unggulan, peluang Arab Saudi untuk melaju ke babak 32 besar tetap terbuka.
Lebih dari itu, pengalaman di Qatar 2022 menjadi modal penting bahwa mereka mampu mengejutkan tim besar dalam satu pertandingan. Tantangannya kini adalah mengulang momen tersebut secara lebih konsisten.
Pada akhirnya. Arab Saudi mungkin tidak masuk daftar favorit juara, tetapi mereka juga bukan lagi tim pelengkap grup. Dengan skuad yang lebih stabil, pemain yang semakin matang, dan pengalaman berharga dari turnamen sebelumnya, Green Falcons datang ke Piala Dunia 2026 dengan identitas baru: tim yang siap bertarung, bukan sekadar bertahan.
Jika disiplin taktik bisa dijaga dan momentum kejutan kembali muncul, Arab Saudi berpotensi menjadi salah satu cerita menarik dari Asia di turnamen kali ini.
Skuad Resmi Arab Saudi Piala Dunia 2026
Penjaga Gawang
Mohammed Al Owais (Al Ula), Nawaf Al Aqidi (Al Nassr), Ahmed Al Kassar (Al Qadsiah)
Bek
Abdulelah Al Amri (Al Nassr), Hassan Tambakti (Al Hilal), Jehad Thikri (Al Qadsiah), Ali Lajami (Al Hilal), Hassan Kadesh (Al Ittihad), Saud Abdulhamid (Lens), Mohammed Abu Al Shamat (Al Qadsiah), Ali Majrashi (Al Ahli), Moteb Al Harbi (Al Hilal), Nawaf Boushal (Al Nassr), Sultan Al-Ghannam (Al Nassr)
Gelandang
Mohammed Kanno (Al Hilal), Abdullah Al Khaibari (Al Nassr), Ziyad Al Johani (Al Ahli), Nasser Al Dawsari (Al Hilal), Musab Al Juwayr (Al Qadsiah), Alaa Al Hajji (Neom), Salem Al Dawsari (Al Hilal), Khalid Al Ghannam (Al Ettifaq), Ayman Yahya (Al Nassr)
Penyerang
Firas Al Buraikan (Al Ahli), Saleh Al Shehri (Al Ittihad), Abdullah Al Hamdan (Al Nassr)






