KabarBaik.co – Peristiwa meninggalnya ibu muda bersama bayi dalam kandungannya saat dalam perjalanan menuju daratan Sumenep untuk melahirkan mengundang reaksi dari berbagai pihak. Salah satunya dari Wakil Ketua Fraksi Nasdem DPRD Kabupaten Sumenep, Ahmad Juhairi.
Menurut Juhairi, peristiwa meninggalnya ibu muda bernama Siti Salihah (20), asal Pulau Masalembu, Sumenep itu mengkonfirmasi masih rendahnya kualitas pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan Sumenep. Dia menuntut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep membangun fasilitas layanan kesehatan yang memadai di wilayah kepulauan.
”Pemkab harus membangun fasilitas layanan kesehatan yang memadai dengan kualitas setara daratan di kepulauan, sehingga warga kepulauan tidak harus selalu dirujuk ke daratan ketika membutuhkan layanan kesehatan lanjutan,” tegas Juhairi kepada KabarBaik.co, Minggu (9/2).
Juhairi menjelaskan alasan pentingnya fasilitas layanan kesehatan memadai dengan kualitas setara daratan di kepulauan Sumenep. Menurutnya, jarak tempuh dari kepulauan ke daratan Sumenep yang memakan waktu berjam-jam sangat mengancam kesehatan pasien yang dirujuk. ”Khususnya di kepulauan yang memiliki jarah tempuh sampai belasan jam untuk sampai ke daratan,” ujarnya.
Selain itu, wakil rakyat dari daerah pemilihan (dapil) Masalembu, Raas, Gayam, Nonggonong itu juga menilai Pemkab Sumenep harus memiliki sistem layanan kesehatan yang mampu diandalkan di atas kapal. Caranya melalui kolaborasi antara Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Perhubungan (Dishub).
”Agar ketika terdapat penumpang yang memerlukan penanganan medis bisa langsung mendapatkan pertolongan pertama layanan kesehatan. Intinya, Pemkab Sumenep harus menyadari bahwa Kabupaten Sumenep sebagai daerah yang memiliki wilayah kepulauan terbesar harus melakukan terobosan dan modernisasi layanan kesehatannya bagi warga kepulauan semaksimal mungkin,” tandas Juhairi. (*)







