KabarBaik.co, Surabaya – Polemik pengasuhan dan dugaan penelantaran anak berusia 5 tahun berinisial A terus bergulir. Ibu dari si balita, Agustin Arimardika, 33, atau akrab disapa Ayu, mendatangi Rumah Aspirasi Wakil Wali Kota Surabaya Armuji pada Sabtu (1/8) untuk memberikan klarifikasi sekaligus membantah sejumlah pernyataan yang menyudutkannya, termasuk isu perselingkuhan yang sempat dilontarkan pihak mantan suami, Sunardi.
Di hadapan awak media, Ayu secara jujur mengakui bahwa hingga saat ini ia belum memegang bukti hukum yang sah terkait tuduhan mantan suaminya mengajak putri mereka mengemis. Pengakuan itu muncul menyusul hasil verifikasi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Surabaya yang menyatakan anak dalam kondisi sehat dan terawat.
“Ya memang sejauh ini saya belum bisa membuktikan secara langsung apakah anak saya diajak mengemis atau tidak. Informasi itu saya dapat dari laporan banyak pihak yang menyampaikan hal tersebut kepada saya,” ujar Ayu.
Meski mengakui belum memiliki bukti otentik, Ayu menolak menerima kesimpulan bahwa putrinya dalam keadaan baik-baik saja. Ia menilai pemeriksaan yang hanya berlangsung beberapa jam tidak mampu menggambarkan kenyataan yang dialami anaknya selama lima bulan berada di bawah asuhan Sunardi.
“Itu tidak benar. Petugas hanya melihat kondisi pada hari itu saja, mereka tidak tahu apa yang terjadi sebelumnya. Yang paling memahami kondisi sebenarnya adalah saya sebagai ibunya,” tegas Ayu sembari menampilkan foto yang memperlihatkan anaknya tampak kurus dan tertidur beralaskan kardus di kawasan Pasar Keputran.
Terkait tuduhan tetangga mantan suaminya, Marini, yang menyebut Ayu meminta pembuatan foto rekayasa demi keuntungan materi, ia justru memutar rekaman suara percakapan dengan Marini. Dalam rekaman tersebut terdengar kalimat simpati dari Marini.
“Mesakke Mbak, ndelok anakne sampeyan, temenan, jarang mangan loh” (Kasihan Mbak melihat anakmu, beneran jarang makan lho)”
Ayu mengklaim awalnya Marini bersimpati dan bahkan menawarkan bantuan untuk menjemput anak secara diam-diam. Namun belakangan setelah kasus ini menjadi sorotan publik, akses komunikasi justru diputus dan dirinya diblokir.
Di tengah hiruk-pikuk saling tuduh, Ayu menegaskan fokus utamanya adalah memperjuangkan hak asuh kedua anaknya. Ia menilai pekerjaan Sunardi yang bersifat serabutan tidak memberikan kepastian jaminan tumbuh kembang dan pendidikan bagi anak-anak. Meski menginginkan hak asuh penuh, Ayu berjanji tidak akan menutup akses bagi mantan suaminya untuk tetap bertemu putra-putrinya.
“Saya berharap permasalahan ini segera tuntas dan anak kembali kepada saya untuk saya asuh dengan layak. Namun jika ayahnya ingin bertemu atau mengajak saat libur sekolah, saya tidak akan melarang sama sekali,” pungkasnya. (*)








