KabarBaik,co, Kediri- Timnas voli putri Indonesia gagal mengejar target runner-up SEA V Cup 2026. Ranking dunia FIVB bahkan ikut tergerus. Namun, dari turnamen yang meninggalkan kekecewaan itu, ada satu nama yang membahagiakan. Yakni, Indah Guretno, libero muda asal Kediri yang dinobatkan sebagai libero terbaik SEA V Cup 2026.
Ada kala sebuah turnamen berakhir dengan catatan yang tidak sepenuhnya manis. Bagi Timnas Voli Putri Indonesia, SEA V Cup 2026 adalah salah satunya. Datang dengan target menjadi runner-up, setelah menempati peringkat kelima AVC Womens Cup 2026 serta tiga kali uji coba khusus lawan Korsea Selatan, skuad Merah Putih justru harus puas finis di peringkat ketiga setelah kalah 1-3 dari Filipina pada pertandingan terakhir.
Kekalahan tersebut menjadi penutup yang pahit sekaligus berdampak terhadap posisi Indonesia dalam ranking dunia. Indonesia yang sempat berada di peringkat 55 dunia, bahkan sempat naik ke posisi 53 usai meraih kemenangan atas Vietnam, kembali turun ke posisi 56. Sebaliknya, Filipina justru melesat ke peringkat 53 dunia dan kini menyalip Indonesia.
Namun, di tengah angka-angka yang tidak menggembirakan tersebut, ada satu nama yang justru mencatatkan pencapaian berbeda. Indah Guretno, libero muda asal Kediri, ditetapkan sebagai Best Libero SEA V Cup 2026. Penghargaan tersebut menjadi semacam oase di tengah hasil tim yang belum sesuai harapan.
Tak Banyak Sorotan, tetapi Paling Sering Jatuh
Libero memang bukan posisi yang paling mudah mendapatkan sorotan. Tidak ada kewajiban mencetak angka melalui spike dan tidak menjadi pemain utama dalam melakukan blok. Namanya bahkan sering baru disebut ketika sebuah serangan lawan berhasil dipatahkan.
Tetapi justru di sanalah pekerjaan Indah berada. Di belakang, di titik ketika bola keras lawan meluncur dengan kecepatan tinggi dan pemain hanya memiliki sepersekian detik untuk bereaksi. Indah harus bergerak cepat, menjatuhkan tubuh, meluncur, bahkan tak jarang harus jungkir balik untuk menjaga bola tetap hidup. Defense dan receive menjadi wilayah kerjanya.
Di SEA V Cup 2026, pekerjaan itu dijalankannya dengan total. Setiap kali serangan lawan datang, Indah menjadi salah satu pemain yang paling sibuk. Tubuhnya menjadi pagar terakhir sebelum bola menyentuh lantai, sementara ketika pemain-pemain depan membangun serangan, ia bekerja dalam diam untuk memastikan bola pertama tetap bisa dimainkan.
Di situlah nilai seorang libero. Bukan tentang berapa banyak angka yang dicetak, melainkan berapa banyak peluang yang berhasil diselamatkan. Dan sepanjang turnamen, Indah menunjukkan bahwa pekerjaan tersebut bukan sekadar pelengkap dalam sebuah tim.
Dari Kediri, Menembus Panggung Asia
Indah Guretno bukan nama yang tiba-tiba muncul di SEA V Cup. Ia merupakan pemain kelahiran 2005 yang berposisi sebagai libero dan memiliki perjalanan cukup panjang di kompetisi nasional sebelum mendapat kepercayaan di level internasional.
Dalam data resmi AVC 2026, Indah tercatat bernama lengkap Indah Guretno Dwi Margiani, lahir pada 2 Maret 2005, dan memperkuat tim Bank Jatim. Sementara basis data Volleybox mencatat tanggal lahir 5 Maret 2005 dan tinggi 168 sentimeter, menunjukkan adanya perbedaan kecil dalam sejumlah data biografinya.
Terlepas dari perbedaan tersebut, satu hal jelas bahwa Indah merupakan salah seorang libero muda Indonesia yang sedang berkembang. Ia pernah memperkuat sejumlah klub, termasuk Surabaya Bank Jatim, Jakarta BIN, Jakarta Electric PLN, hingga kembali menjadi bagian dari skuad Bank Jatim.
Pada Livoli Divisi Utama 2025, namanya sudah mendapatkan pengakuan sebagai Best Libero sektor putri. Surabaya Bank Jatim memang hanya finis di posisi ketiga, tetapi penampilan Indah membuatnya terpilih sebagai libero terbaik kompetisi.
Penghargaan di SEA V Cup 2026 pun menunjukkan bahwa pencapaian tersebut bukan kebetulan. Ada proses panjang yang membentuk Indah menjadi salah satu pemain bertahan yang mulai diperhitungkan di kawasan Asia Tenggara.
Dari Level Junior, Receive Indah Sudah Berbicara
Jejak Indah di level internasional sebenarnya sudah terlihat sebelum masuk ke panggung senior. Pada Kejuaraan Dunia U21 Putri 2025, ia tercatat sebagai libero Timnas Indonesia dan menjadi bagian dari skuad yang tampil di level dunia.
Dalam catatan penghargaan turnamen tersebut, Indah juga mendapatkan pengakuan sebagai Best Receiver. Prestasi itu menjadi petunjuk penting mengenai karakter permainan yang menjadi kekuatannya: kemampuan menerima bola pertama dan menjaga pertahanan belakang.
Receive bukan sekadar kemampuan menerima bola pertama. Ia merupakan fondasi serangan karena jika receive pertama buruk, setter akan kesulitan mengatur serangan, sementara receive yang akurat memberikan kesempatan bagi tim untuk membangun pola serangan dengan lebih baik.
Maka, ketika Indah berdiri di garis belakang, yang dipertaruhkan bukan hanya satu bola. Ada kemungkinan serangan berikutnya, ada kesempatan mencetak angka, dan ada momentum pertandingan yang bisa berubah hanya karena sebuah penyelamatan.
Ketika Libero Menjadi Penyelamat
SEA V Cup 2026 memberi panggung yang lebih besar kepada Indah. Ia tidak hanya berhadapan dengan para pemain Indonesia sendiri, tetapi juga harus menghadapi barisan penyerang dari negara-negara yang selama ini menjadi kekuatan voli putri Asia Tenggara.
Thailand masih menjadi salah satu kekuatan utama kawasan. Vietnam datang dengan reputasi sebagai lawan tangguh yang selama bertahun-tahun membuat Indonesia kesulitan, sedangkan Filipina menunjukkan perkembangan signifikan hingga akhirnya mampu mengalahkan Indonesia pada pertandingan terakhir.
Indonesia sendiri sempat membuat kejutan ketika mengalahkan Vietnam 3-2. Kemenangan tersebut menjadi hasil penting. Sebab, Indonesia berhasil menumbangkan salah satu kekuatan utama kawasan dan sempat mendapatkan tambahan poin dalam perhitungan ranking dunia.
Dalam pertandingan seperti itu, pertahanan menjadi sangat penting. Lima set berarti lima set pula para pemain belakang harus bekerja keras, dan Indah berada di sana untuk mengawal area pertahanan Indonesia.
Berlari mengejar bola yang melebar, menahan smash yang menghujam, hingga menjatuhkan badan demi menyelamatkan bola yang tampaknya sudah mustahil dikejar menjadi bagian dari pekerjaannya. Tidak semua bola yang berhasil diselamatkan akan berakhir menjadi angka Indonesia, tetapi tanpa penyelamatan itu, peluang untuk mendapatkan angka bahkan tidak pernah ada.
Penghargaan yang Datang ketika Tim Gagal Mencapai Target
Itulah paradoks SEA V Cup 2026 bagi Indah. Secara tim, Indonesia belum mendapatkan apa yang diinginkan karena target runner-up tidak tercapai dan skuad Merah Putih harus puas finis di posisi ketiga.
Indonesia bahkan harus menerima konsekuensi lain berupa penurunan ranking dunia ke posisi 56 setelah kekalahan dari Filipina. Filipina justru memperoleh momentum besar dan naik ke posisi 53 dunia, menyalip Indonesia dalam daftar ranking tersebut.
Namun, secara individu, Indah mendapatkan salah satu pengakuan penting dalam perjalanan kariernya. Best Libero SEA V Cup 2026 menjadi penghargaan yang melengkapi pencapaian sebelumnya sebagai Best Libero Livoli Divisi Utama dan Best Receiver Kejuaraan Dunia U21.
Penghargaan tersebut terasa semakin berarti karena diraih di tengah persaingan libero dari negara-negara yang selama ini menjadi kekuatan voli putri Asia Tenggara. Di saat Indonesia masih harus mengevaluasi kegagalan mencapai target, Indah justru memberikan alasan untuk melihat masa depan dengan lebih optimistis.
Dari Kediri dan Mimpi yang Belum Selesai
Usianya masih 21 tahun. Kariernya masih panjang dan perjalanan Indah di tim nasional senior kemungkinan baru memasuki bagian awal dari cerita yang lebih besar.
Dari kompetisi domestik, ia perlahan naik ke level internasional. Dari panggung junior, ia masuk ke tim nasional senior, lalu mulai mengoleksi penghargaan individu di berbagai ajang.
Ada satu hal yang menarik dari perjalanan tersebut. Posisi libero memang berada di belakang, tetapi performa Indah justru mulai membuat namanya berdiri di depan.
Ketika Indonesia masih harus mengevaluasi mengapa target SEA V Cup gagal dicapai dan mengapa ranking dunia kembali turun, Indah memberi alasan untuk tetap optimistis. Sebab, di balik kekecewaan sebuah tim, selalu ada individu yang sedang tumbuh.
Dan kali ini, individu itu adalah seorang gadis dari Kediri. Namanya Indah Guretno. Ia mungkin tidak mencetak banyak angka, tetapi ia membuat banyak bola tetap hidup.
Pada akhirnya, kawasan Asia Tenggara memberikan pengakuan atas kerja keras tersebut. Indah Guretno adalah libero terbaik SEA V Cup 2026. Semoga kelak makin banyak yang menjadi the best lainnya dan prestasi Merah Putih ke depan semakin diperhitungkan. Bukan sekadar angka ikut. (*)







