Yakuza Maneges Perluas Jaringan ke Malang-Pasuruan Raya, Bawa Misi Berantas Kezaliman

oleh -125 Dilihat
WhatsApp Image 2026 08 10 at 10.24.25 AM
Penyerahan pataka dalam deklarasi Yakuza Maneges wilayah Malang-Pasuruan Raya (foto: Putut Priyono)

KabarBaik.co, Malang – Yakuza Maneges memperluas jaringan organisasinya ke wilayah Malang-Pasuruan Raya. Perluasan ini dibarengi komitmen memperkuat gerakan sosial-spiritual, khususnya dalam pendampingan masyarakat yang menjadi korban kekerasan, persoalan hukum, maupun tindakan yang dinilai tidak adil.

Deklarasi Yakuza Maneges Malang-Pasuruan Raya menjadi deklarasi ketiga sejak organisasi tersebut berdiri. Ketua Umum Yakuza Maneges Pusat, Hery Widodo, mengatakan agenda tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari tonggak perjalanan organisasi dalam memperluas manfaat gerakannya.

“Sebagai Ketua Umum Yakuza Maneges yang diberikan amanah oleh pendiri dan pimpinan organisasi, Den Gus Tuba Topo Broto Maneges, kami bersyukur deklarasi Yakuza Maneges di wilayah Malang-Pasuruan Raya ini bisa terlaksana,” kata Hery, di sebuah hotel Kota Malang, Minggu (9/8) malam.

Ia menyebut Yakuza Maneges menargetkan pembentukan jaringan di 15 wilayah. Seluruh wilayah tersebut ditargetkan menggelar deklarasi sebelum Januari 2027.

Menurut Hery, target tersebut bukan sekadar capaian organisasi. Lebih dari itu, perluasan jaringan diharapkan mampu membangun gerakan sosial-spiritual yang semakin matang, terarah, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Yakuza Maneges adalah gerakan baru yang hadir dengan misi kemanusiaan dan keadilan sosial. Misi ini tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus dibuktikan melalui tindakan,” tegasnya.

Hery mencontohkan Yakuza Maneges Malang-Pasuruan Raya telah menunjukkan semangat tersebut melalui pendampingan terhadap masyarakat, termasuk korban kekerasan seksual serta masyarakat yang menghadapi persoalan hukum.

Sementara itu, Ketua Yakuza Maneges Malang-Pasuruan Raya, Imron Hamza, menegaskan kepemimpinan organisasi merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan.

“Pataka adalah kehormatan, tongkat kepemimpinan adalah amanah, dan deklarasi adalah tanggung jawab,” ujar Imron.

Ia mengatakan Yakuza Maneges akan terus mendorong kegiatan sosial dan pendampingan masyarakat dengan tetap menghormati hukum serta kewenangan lembaga negara.

“Yakuza Maneges bukan negara dan bukan aparat penegak hukum. Kami hadir sebagai mitra yang konstruktif, bukan sebagai kompetitor,” katanya.

Dalam deklarasi tersebut, Yakuza Maneges juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) Jawa Timur.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat pendampingan dan perlindungan anak, terutama anak yang menjadi korban kekerasan.

Yakuza Maneges merupakan organisasi sosial-spiritual yang digagas dan dipimpin Den Gus Thuba Topo Broto Maneges, cucu ulama kharismatik KH Hamim Djazuli atau Gus Miek.

Organisasi tersebut resmi dideklarasikan di Kota Kediri, Jawa Timur, pada 9 Mei 2026. Perluasan ke Malang-Pasuruan Raya menjadi bagian dari langkah Yakuza Maneges membangun jaringan sekaligus memperkuat misi sosial, kemanusiaan, dan keadilan sosial di berbagai daerah. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Putut Priyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.