Ini Tindakan Dinas Peternakan Jombang Cegah Penyebaran Virus PMK

oleh -81 Dilihat
af5c0b26 1941 4ca4 8ca1 7527ca1f3b02 scaled
Dinas Peternakan Jombang melakukan penanganan PMK. (Foto: Ist)

KabarBaik.co – Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menjangkit hewan ternak terutama sapi di Kabupaten Jombang memantik Dinas Peternakan untuk menempuh sejumlah langkah penanganan.

Plt Kepala Dinas Peternakan Mochammad Saleh bersama dokter hewan dan dinas terkait melakukan pengecekan transportasi hewan ternak dan menghimbau para pedagang di Pasar Sapi Kabuh, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang.

Diakui M Saleh juka sejak akhir Desember 2024, ketersediaan vaksin milik pemerintah sudah habis terpakai untuk kegiatan vaksinasi. “Sebanyak 625 ketersediaan vaksin habis,” kata M Shaleh, pada Rabu (8/1/).

Sejauh ini, menurut M Saleh keterbatasan vaksin tidak hanya terjadi di wilayah Kabupaten Jombang, namun hampir semua wilayah di tingkat nasional juga terbatas.

Kejadian PMK di November sampai awal Desember 2024 sudah sempat dinyatakan endemi. Tidak ada gejalan PMK, sampai akhirnya khusus di wilayah Jombang menyerang sekitar ratusan sapi.

“Akhir Desember Provinsi Jawa Timur sebagai kantong ternak sudah berupaya untuk pengadaan vaksin tapi ternyata kosong,” beber mantan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jombang ini.

Sementara untuk penganggaran di awal Tahun 2025 untuk pengadaan Vaksin PMK oleh Pemerintah Kabupaten Jombang belum ada. Dinas Peternakan sendiri juga terus berupaya untuk pengajuan vaksin baik tingkat Provinsi maupun Nasional.

“Pengajuan secara lingkup pemerintah kabupaten, belum ada, belum ada ya,” ujarnya.

Kondisi ketersediaan vaksin di pemerintah memang sudah habis, tapi kalau swasta ketersediaan vaksin ada di mana – mana.

Meskipun demikian, Dinas Peternakan Kabupaten Jombang tetap menggandeng semua pihak untuk melakukan pencegahan penyebaran virus PMK pada ternak.

“Untuk pencegahan pihaknya bersama petugas dilapangan melakukan pemblokiran jual beli sapi, seperti di Pasar Sapi Kabuh hari ini, saya melakukan checking kendaraan, saya melihat ada 4 sampai 5 truk, oleh petugas juga dilakukan penyemprotan disinfektan,” terangnya.

Kebijakannya jika terdapat ternak terindikasi PMK oleh petugas dilakukan penarikan dari pasar hewan. Selama proses pengecekan di pasar tidak ditemukan hewan Sapi terjangkit virus PMK.

“Sementara tadi aman, sehat – sehat ternak sapi di pasar Kabuh,” ucapnya.

Disinggung adanya hinbauan dari Kementrian Pertanian (Kementan) untuk melakukan penutupan pasar hewan jika ditemukan hewan ternak terserang penyakit PMK, M Shaleh menyebut hal itu baru bisa dilakukan jika radius hewan terjangkit penyakit PMK masif.

“Kalau radius persebaran diatas seribu lebih itu baru bisa, di Jawa Timur kan belum ada penutupan pasar hewan, karena persebaran masih dalam skala dapat ditangani,” jelasnya.

Sampai saat ini Dinas Peternakan Jombang masih terus memberikan himbauan, kepada peternak untuk membersihkan lingkungan kandang, upaya mandiri harus terus dilakukan. Di samping mendorong pihak swasta untuk berperan melakukan upaya vaksinasi. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.