Koordinator Snapboost Nganjuk Klaim Dana Terkunci Capai Rp 12 Miliar

oleh -107 Dilihat
TEW (tengah) saat dimintai keterangan para korban di Mapolres Nganjuk.(Agus Karyono)
TEW (tengah) saat dimintai keterangan para korban di Mapolres Nganjuk.(Agus Karyono)

KabarBaik.co Nganjuk – Kasus investasi bodong snapboost terus bergulir. Sosok yang disebut sebagai koordinator grup Nusantara 1 berinisial TEW, warga Nganjuk, kini menjadi sorotan utama. Ia harus mempertanggungjawabkan nasib dana ratusan korban yang nilainya mencapai angka fantastis.

“Sebagai member yang pertama kali di Indonesia itu kurang lebih itu Rp 12 miliar-an yang tercantum di akun, tidak bisa ditarik,” ungkap TEW saat memaparkan besaran saldo yang kini terkunci di dalam sistem aplikasi tersebut di Mapolres saat diberondong pertanyaan para korban, Senin (20/4).

Dalam pembelaannya, TEW menjelaskan bahwa jaringan Snapboost telah menyebar sangat luas hingga ke berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Sumatera Barat.

Ia menegaskan bahwa setiap wilayah memiliki koordinator masing-masing, sehingga tanggung jawab tidak sepenuhnya berada di pundaknya.

Menanggapi tuduhan bahwa aplikasi ini adalah skema ponzi atau penipuan, TEW membantah keras. Ia mengklaim bahwa aliran dana langsung masuk ke sistem perusahaan tanpa melalui tangannya secara pribadi, dan penghasilannya hanya berupa bonus dari perusahaan.

“Saya tidak ngambil uang, tidak Ponzi memutar uang member gitu bukan, enggak ada. Karena saya dapat reward bonus itu dari perusahaan,” tuturnya.

Meski berusaha memosisikan diri sebagai korban, sebagai koordinator TEW kini berstatus sebagai terlapor. Untuk menunjukkan itikad baik, ia bahkan bersedia menjaminkan asetnya demi mengganti kerugian para member jika terbukti ada indikasi penipuan.

“Lebih baik akun saya saja yang dijaminkan sehingga untuk bisa mengganti member-member, bilamana terindikasi penipuan,” tegasnya.

Hingga saat ini, proses hukum terus berjalan di Polres Nganjuk untuk mengungkap kebenaran di balik kerugian yang dialami ratusan warga tersebut.

Kasi Humas Polres Nganjuk, Iptu Fadjar Kurniadhi, menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan serangkaian penyelidikan terkait laporan dugaan investasi bodong tersebut.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya kabupaten Nganjuk, untuk tidak mudah percaya dengan iming-iming investasi yang hasilnya menggiurkan dan tidak masuk akal, jika ingin berinvestasi, konsultasikan dulu kepada ahlinya, jangan mudah tergiur,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Agus Karyono
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.