KabarBaik.co, Nganjuk – Sebuah kecelakaan tunggal yang mendebarkan menimpa kendaraan modifikasi atau yang akrab disapa bus “Tayo” di tanjakan Jembatan Kuncir, Desa Kuncir, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, pada Kamis (4/6) pagi.
Kendaraan yang tengah mengangkut puluhan anak Taman Kanak-kanak (TK) tersebut mendadak mundur tak terkendali karena gagal menanjak, hingga akhirnya terperosok ke dalam tebing.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, insiden ini terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. “Kendaraan tersebut diketahui membawa rombongan dari TK Dharma Wanita Rejoso yang sedang dalam perjalanan wisata menuju destinasi Lumban Kweden, Desa Kweden, Kecamatan Ngetos,” ujar salah seorang warga di lokasi kejadian.
Saat melewati tanjakan di Jembatan Kuncir, bus modifikasi tersebut mendadak kehilangan tenaga. Kondisi jalan yang menanjak dinilai menjadi faktor utama kendaraan rakitan ini gagal melanjutkan perjalanan hingga akhirnya meluncur mundur.
“Awalnya masih kuat naik, sudah hampir sampai atas jembatan. Tapi tiba-tiba mundur pelan lalu makin cepat, akhirnya keluar aspal dan terperosok ke tebing,” ujar Iwan, 42, warga setempat yang menyaksikan langsung detik-detik mencekam tersebut.
Kendaraan modifikasi itu akhirnya tergelincir ke sisi kiri jalan dan nyaris terguling di tebing dengan ketinggian sekitar 1,5 meter. Beruntung, mukjizat masih berpihak pada rombongan ini karena tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Seluruh penumpang yang terdiri dari puluhan anak-anak, guru, dan orang tua pendamping berhasil dievakuasi dengan selamat oleh warga sekitar. Kendati demikian, sebagian besar dari mereka mengalami kepanikan luar biasa dan trauma berat akibat insiden tersebut.

Merespons kejadian ini, pihak kepolisian dari Satlantas Polres Nganjuk langsung bergerak cepat ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pengamanan, evakuasi, serta penyelidikan lebih lanjut.
“Anggota sudah di lokasi untuk evakuasi dan pengaturan lalu lintas. Terkait kendaraan modifikasi yang tidak resmi ini, masih dalam penanganan. Faktor-faktor kecelakaan akan kami periksa dan dalami,” tegas Kanit Gakkum Satlantas Polres Nganjuk, Ipda Wahby Irfan Izzudin.
Hingga pukul 10.00 WIB, proses evakuasi badan kendaraan rakitan tersebut masih terus berlangsung di lokasi dengan dibantu oleh warga setempat.
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih akomodasi transportasi, terutama bagi kendaraan modifikasi yang belum mengantongi izin resmi demi keselamatan bersama.






