Inovasi Energi Alternatif, Pelajar Banyuwangi Buat Kompor Berbahan Bakar Jelantah

oleh -132 Dilihat
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani saat melihat kompor jelantah buatan siswa SMK Gajah Mada.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani saat melihat kompor jelantah buatan siswa SMK Gajah Mada.

KabarBaik.co, Banyuwangi – Di tengah tingginya ketergantungan masyarakat terhadap elpiji dan naiknya kebutuhan energi rumah tangga, pelajar SMK di Banyuwangi menciptakan alternatif kompor berbahan bakar limbah cair seperti oli bekas dan minyak jelantah.

Inovasi tersebut dinilai tidak hanya mampu menekan limbah lingkungan, tetapi juga membuka peluang energi murah bagi masyarakat dan pelaku UMKM.

Mereka adalah pelajar dari SMK Gajah Mada Banyuwangi. Hanya dengan memanfaatkan 1 liter oli atau minyak jelantah, kompor bisa menyala hingga 3-4 jam. Inovasi ini bisa membantu mengurangi limbah, serta memberikan solusi hemat energi bagi masyarakat.

Guru pembimbing jurusan Otomotif SMK Gajah Mada, Rusianto, mengatakan gagasan membuat inovasi ini berawal dari keresahan mereka melihat banyaknya limbah oli dari bengkel, maupun minyak jelantah dari industri rumahan yang dibuang begitu saja.

“Padahal ini bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif. Dengan demikian, limbah cair tersebut tidak sampai terbuang yang akhirnya bisa menyebabkan dampak negatif bagi lingkungan,” kata Rusianto.

Ide kreatif itu juga muncul karena keprihatinan mereka melihat ketergantungan masyarakat yang begitu besar pada elpiji.

“Maka ini bisa menjadi solusi alternatif bagi ibu rumah tangga maupun usaha kecil kuliner. Meski menggunakan bahan bakar jelantah maupun oli bekas, tidak mempengaruhi rasa pada masakan. Tidak ada bau sama sekali,” kata dia.

Kompor rakitan ini dibuat dari bahan-bahan sederhana, seperti pipa besi sebagai rangka, blower sebagai alat pendorong bahan bakar, keran air untuk mengalirkan bahan bakar, serta kaleng sebagai tempat pemanas.

Cara kerjanya juga mudah, sebelum digunakan untuk memasak, kompor harus dipanaskan secara manual selama 5 menit. Selanjutnya keran dibuka untuk mengalirkan bahan bakar, berikutnya blower dinyalakan untuk mengatur besar/kecilnya nyala api.

“Kami menerima pesanan untuk rumah tangga maupun UMKM. Harganya sangat terjangkau, bisa custom sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berkesempatan melihat inovasi mereka saat kegiatan Bunga Desa (Bupati Ngantor di Desa) di Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari, pada 7 Mei 2026. Dia sangat mengapresiasi kreativitas guru dan siswa SMK Gajah Mada tersebut.

“Ini ide kreatif supaya masyarakat gak hanya bergantung pada LPG. Ternyata ada alternatif bahan bakar yang sangat mudah didapatkan. Bahkan di rumah kita juga setiap hari memproduksi limbah,” ujarnya.

Ipuk meminta agar inovasi tersebut terus disempurnakan sehingga konsumen merasa puas dengan produk mereka.

“Biar bisa diproduksi masal dan dimanfaatkan banyak orang. Dan saya berharap kreativitas ini bisa menjadi motivasi bagi pelajar yang lain untuk menghasilkan karya-karya yang lebih inovatif,” kata Ipuk.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Ikhwan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.