Isi Kuliah Tamu di Unair, Bupati Yuhronur Efendi Paparkan Arah Kepemimpinan dan Potensi Strategis Lamongan Menuju Daerah Maju dan Inklusif

oleh -85 Dilihat
IMG 20250830 WA0010
(Ki-Ka) : Bupati Lamongan, Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA., M.Ek, Prof. Dr. Suparto Wijoyo, SH., M.Hum.

KabarBaik.co — Bupati Lamongan, Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA., M.Ek, menegaskan pentingnya kepemimpinan daerah yang tidak hanya berlandaskan regulasi, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai moral dan keberpihakan pada masyarakat. Hal itu ia sampaikan saat memaparkan arah pembangunan Lamongan, yang kini terus bergerak maju sebagai daerah dengan potensi strategis di Jawa Timur.

Menurut Pak Yes sapaan akrab Bupati Yuhronur, kepemimpinan daerah dapat dilihat dari dua perspektif. Pertama, kepemimpinan dalam kerangka regulasi yang berlandaskan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah. Di dalamnya, ada tiga tugas utama yang wajib dijalankan seorang kepala daerah.

“Yang pertama adalah memastikan layanan dasar terpenuhi, mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga administrasi kependudukan. Kedua, melaksanakan pembangunan berkelanjutan yang dirancang secara terarah. Dan ketiga, memberdayakan masyarakat agar ikut berperan dalam pembangunan daerah,” jelasnya ditemui di Kampus Unair saat menjadi pemateri kuliah tamu di Program Pascasarjana, Sabtu (30/8).

Namun, kepemimpinan daerah menurutnya tidak boleh hanya berorientasi pada administrasi semata. Lebih dari itu, seorang kepala daerah harus berlandaskan nilai (value-based leadership), yakni menjunjung tinggi keterbukaan, keadilan, dan keberpihakan pada masyarakat.

IMG 20250830 WA0011
Suasana kuliah tamu di Program Pascasarjana Unair

“Pemimpin daerah harus menjadi figur di tengah masyarakat. Transparansi dalam perencanaan anggaran, pemerataan pembangunan, serta perhatian pada aspirasi warga adalah hal penting. Nilai moral ini menjadi pondasi dalam membuat kebijakan yang berdampak luas,” ungkap Pak Yes.

Dalam kerangka pembangunan, Pak Yes menekankan posisi Lamongan yang sangat strategis. Kabupaten ini kini menjadi bagian penting dari kawasan aglomerasi Gerbangkertasusila Plus (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan).

“Kalau Lamongan tertinggal, maka kawasan ini tidak akan maju bersama. Karena itu Lamongan harus menjadi penggerak, bagian dari Gerbang Baru Nusantara,” ujarnya.

Lamongan dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Produksi padi Lamongan mencapai 1,25 juta ton per tahun, menempatkan daerah ini sebagai produsen beras terbesar di Jawa Timur sekaligus peringkat kelima nasional. Tidak hanya itu, Lamongan juga unggul dalam produksi jagung, perikanan, serta memiliki garis pantai sepanjang 47 kilometer yang potensial dikembangkan untuk industri maritim dan pariwisata.

Sejalan dengan visi pembangunan Jawa Timur, Pemkab Lamongan menghadirkan berbagai program inklusif untuk mendorong transformasi ekonomi, penguatan SDM, dan pelayanan publik yang berkualitas.

Beberapa di antaranya adalah program “YES” (Yakin Semua Sejahtera), yang meliputi Desa Pintar, UMKM Naik Kelas, Cinta Wisata, hingga pelayanan publik 100 persen berkualitas. Selain itu, Lamongan juga memperkuat sektor pendidikan melalui program Lamongan Generasi Emas, dengan menghadirkan sekolah rakyat gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Kami ingin memastikan bahwa generasi Lamongan tumbuh sebagai generasi sehat, kuat, dan cerdas. Sejalan dengan visi Presiden bahwa tahun 2045 Indonesia harus melahirkan generasi emas,” tegasnya.

Di bidang ekonomi kerakyatan, Lamongan juga menggerakkan program Koperasi Merah Putih. Saat ini, 100 persen desa di Lamongan telah memiliki koperasi, dan ditargetkan hingga akhir tahun 2025 sekitar 50 persen sudah aktif mengelola potensi lokal melalui koperasi digital.

Tak hanya itu, kerja sama dengan ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret mewajibkan adanya “corner khusus produk UMKM Lamongan” di setiap gerai. Dengan kurasi yang ketat, produk lokal Lamongan semakin mendapat ruang di pasar modern.

Pak Yes menekankan bahwa pembangunan Lamongan tidak boleh hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga inklusif dan berkelanjutan.

“Kita ingin semua sektor bergerak maju bersama. Potensi sumber daya alam, kekuatan pangan, hingga SDM unggul harus saling menguatkan. Dengan begitu, Lamongan akan menjadi daerah yang benar-benar mandiri dan menjadi motor pembangunan Jawa Timur,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.