Jadi Pelopor Nasional, Barantin Resmikan Instalasi Karantina Terpadu Pertama di Sidoarjo

oleh -156 Dilihat
WhatsApp Image 2026 05 08 at 5.00.53 PM 1
Kepala Barantin Abdul Kadir Karding bersama jajaran dan Gubernur Jatim Khofifah Indar parawansa saat meresmikan Instalasi Karantina Terpadu di dalam komplek Puspa agro Sidoarjo (Achmad Adi Nurcahya)

KabarBaik.co, Sidoarjo – Sidoarjo kembali mencatat sejarah baru di tingkat nasional. Di kawasan Puspa Agro, Jemundo, Taman, berdiri Instalasi Karantina Terpadu pertama di Indonesia yang resmi diluncurkan pemerintah pusat melalui Badan Karantina Indonesia (Barantin), Jumat (8/5).

Peresmian fasilitas strategis itu dilakukan langsung Kepala Barantin Abdul Kadir Karding. Kehadiran instalasi tersebut menjadi langkah baru pemerintah dalam mempercepat layanan karantina sekaligus memperkuat pengawasan lalu lintas komoditas.

Acara peresmian turut dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Sekdaprov Jatim Adhy Karyono, serta jajaran kepala balai karantina dari berbagai daerah di Indonesia.

Instalasi terpadu ini menggabungkan layanan karantina hewan, ikan, dan tumbuhan dalam satu kawasan. Sebelumnya, layanan tersebut berjalan terpisah sehingga proses administrasi dan pemeriksaan memerlukan waktu lebih panjang.

Karding mengatakan konsep layanan satu pintu itu dirancang agar proses perkarantinaan menjadi lebih sederhana. Menurutnya, pemerintah ingin menciptakan sistem layanan yang cepat, murah, dan ramah bagi para pelaku usaha.

“Tujuannya agar mudah, efektif, efisien, tidak berbelit-belit, dan dwelling time-nya itu kecil. Sehingga dengan demikian, tempat ini menjadi tempat yang murah untuk mengurus perkarantinaan dan ramah bagi para pengusaha,” ujar Karding.

Ia menjelaskan berkurangnya dwelling time akan berdampak langsung terhadap efisiensi biaya logistik. Dengan proses yang lebih cepat, distribusi komoditas antar pulau maupun ekspor ke luar negeri diharapkan semakin lancar.

“Kalau prosesnya cepat, biaya logistik bisa ditekan. Ini tentu akan membantu para pelaku usaha dan memperkuat daya saing komoditas Indonesia,” tambahnya.

Tak hanya fokus pada percepatan layanan, instalasi di Puspa Agro juga dibangun dengan standar pengawasan internasional. Seluruh proses sertifikasi disebut telah memenuhi standar ketat, termasuk lembaga sertifikasi dan prosedur operasional pelayanan.

Karding juga memberikan apresiasi kepada Gubernur Khofifah atas dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam penyediaan lahan strategis seluas lima hektare. Selain itu, pembangunan akses jalan menuju lokasi juga dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung operasional instalasi.

“Kami berterima kasih kepada Ibu Gubernur dan Pemprov Jatim yang memberikan dukungan luar biasa. Ini menjadi contoh sinergi pusat dan daerah dalam membangun layanan publik yang modern,” ungkapnya.

Ke depan, Instalasi Karantina Terpadu di Sidoarjo diproyeksikan menjadi percontohan nasional. Kehadirannya diharapkan mampu memperkuat arus perdagangan, meningkatkan daya saing komoditas Jawa Timur, sekaligus menjadi model pengembangan layanan karantina modern di berbagai daerah lain di Indonesia. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.