KabarBaik.co, Pontianak – Asa Bhayangkara Presisi untuk menahbiskan diri sebagai kekuatan baru Asia kini memasuki fase krusial. Setelah berhasil menyegel tiket semifinal berkat kemenangan meyakinkan 3-1 atas wakil Kazakhstan, Zhaiyk VC, skuad “Los Galacticos” wakil Indonesia bakal berduel dengan lawan yang tampaknya makin berat.
Pada laga semifinal yang dijadwalkan Sabtu (16/5), pukul 15.00 WIB, di GOR Terpadu Ahmad Yani, anak asuh Reidel Toiran akan berhadapan dengan raksasa bola voli Korea Selatan, Hyundai Capital Skywalkers. Ini adalah duel yang menuntut lebih dari sekadar nama besar, melainkan konsistensi dan ketahanan mental yang luar biasa di Bumi Khatulistiwa.
Label “Raksasa yang Terluka” terbilang melekat pada Hyundai Skywalkers saat ini. Sebelumnya, Skywalkers lolos setelah mereka melumat juara bertahan AVC 2025 wakil dari Qatar, Al Rayyan, dengan skor 3-0 di laga pembuka, Rabu (13/5) malam.
Tim asuhan Philippe Blain tersebut datang ke Pontianak sepertinya dengan ambisi menebus kegagalan pahit di liga domestik mereka. April lalu, mereka harus puas menyandang gelar runner-up V-League Korea 2025/2026. Padahal di fase reguler, mereka tampil sangat dominan. Mereka pun telah empat kali menjuarai V-League.
Nah, luka kegagalan di partai final musim ini boleh jadi tengah berubah menjadi bahan bakar motivasi yang sangat berbahaya bagi Bhayangkara.
Bhayangkara Presisi mungkin memiliki keunggulan dalam hal daya dobrak individu melalui Noumory Keita dan Robertlandy Simon. Namun, Skywalkers adalah antitesis dari permainan ofensif tersebut. Mereka memiliki sistem pertahanan paling disiplin dengan tembok blok yang digalang veteran Choi Min-ho.
Belum lagi kehadiran pemain seperti Hong Dong-seon yang siap masuk dari bangku cadangan untuk memperkuat lini pertahanan atau memecah kebuntuan. Kedalaman skuad ini memungkinkan Skywalkers tetap stabil meskipun laga berjalan hingga lima set. Bagi setter Nizar Julfikar, laga ini akan menjadi adu taktik tingkat tinggi dengan setter cerdas Korea, Hwang Seung-bin.
Kunci bagi Bhayangkara untuk memenangkan laga ini adalah belajar dari set kedua saat melawan Zhaiyk VC. Mereka tidak boleh membiarkan receive goyah akibat servis tajam Heo Su-bong dkk. Jika trio asing Mozic, Keita, dan Simon bisa terus disuplai bola-bola matang, peluang menembus final sangat terbuka.
Pertandingan diprediksi akan berjalan sangat alot. Mengingat Skywalkers sangat jarang melakukan kesalahan sendiri, Bhayangkara harus bermain ekstra bersih. Dengan dukungan penuh publik Pontianak, skor tipis 3-2 untuk keunggulan Bhayangkara Presisi mungkin terjadi, namun mereka harus siap menghadapi perlawanan spartan dari raksasa Korea yang sedang haus akan gelar juara ini. (*)








