Jadwal dan Prediksi Lima Wakil Indonesia di Perempat Final Kejuaraan Dunia BWF 2026

oleh -114 Dilihat
AMRI AND NITA
Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, pasangan ganda campuran Indonesia (PBSI)

KabarBaik.co, India — Indonesia memiliki lima wakil yang akan bertarung pada babak perempat final atau delapan besar BWF World Championships atau Kejuaraan Dunia BWF 2026 di New Delhi, India, Jumat (21/8). Para pejuang tepok bulo itu tersebar di tiga sektor, yakni ganda campuran, ganda putri, ganda putra, dan tunggal putra.

Lima wakil tersebut adalah Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, serta Alwi Farhan.

Perjalanan kelima wakil Merah Putih menuju delapan besar menghadirkan cerita yang berbeda. Fajar/Fikri datang sebagai salah satu pasangan yang paling konsisten sepanjang musim 2026. Alwi Farhan membawa modal kemenangan atas Chou Tien Chen pada All England. Sementara itu, Amri/Nita, Ana/Trias, dan Rachel/Febi harus menghadapi lawan yang memiliki kualitas dan pengalaman tinggi.

Babak perempat final akan menjadi ujian yang jauh lebih berat. Sebab, seluruh laga mempertemukan pemain atau pasangan yang sudah melewati dua atau tiga ronde sebelumnya. Dengan format pertandingan dua gim kemenangan, kemampuan menjaga konsentrasi pada poin-poin akhir akan menjadi salah satu faktor penentu.

Laga pertama yang melibatkan wakil Indonesia adalah duel ganda campuran antara Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah dan Yang Po-Hsuan/Hu Ling Fang.

Amri/Nita menjadi salah satu pasangan yang menarik perhatian karena perkembangannya sepanjang tahun ini. Mereka berhasil mencapai semifinal Swiss Open 2026, sebelum akhirnya dihentikan pasangan China Cheng Xing/Zhang Chi dalam tiga gim.

Kekuatan Amri/Nita terletak pada kombinasi permainan agresif Amri dari belakang dan kemampuan Nita mengontrol area depan. Pola tersebut akan sangat penting ketika menghadapi Yang/Hu yang juga dikenal memiliki permainan cepat.

Pertandingan ini berpotensi ditentukan oleh siapa yang lebih dulu mendapatkan kendali dalam tiga sampai lima pukulan pertama. Jika Amri/Nita mampu membuat pasangan Taiwan lebih banyak mengangkat shuttlecock, peluang untuk membangun serangan akan semakin besar. Sebaliknya, apabila Yang/Hu berhasil menguasai net dan memaksa Amri/Nita bertahan, pertandingan bisa berbalik menjadi milik Taiwan.

Dari sisi psikologis, Amri/Nita memiliki keuntungan karena sudah cukup sering menghadapi pasangan-pasangan papan atas musim ini. Keduanya juga pernah menunjukkan kemampuan bangkit dalam pertandingan ketat. Masalah yang perlu dihindari adalah kesalahan sendiri pada fase akhir gim, sesuatu yang pernah menjadi perhatian Amri setelah kalah tipis dari Thom Gicquel/Delphine Delrue di Japan Open.

Dengan mempertimbangkan performa 2026 dan karakter matchup, Amri/Nita memiliki peluang sedikit lebih besar, tetapi margin keunggulannya sangat tipis. Pertandingan tiga gim menjadi skenario yang mungkin terjadi.

Tantangan berikutnya datang dari sektor ganda putri. Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari harus berhadapan dengan pasangan Korea Selatan Baek Ha Na/Lee So Hee, unggulan ketiga.

Ana/Trias tampil cukup konsisten sepanjang musim. Pada Thailand Masters 2026, misalnya, berhasil menembus semifinal setelah mengalahkan unggulan pertama Hsu Yin-Hui/Lin Jhih Yun dua gim langsung. Hasil ini memperlihatkan bahwa Ana/Trias memiliki kemampuan untuk mengatasi pasangan unggulan ketika mampu menjaga tekanan sejak awal pertandingan. Keduanya juga memperlihatkan perkembangan dalam membaca permainan lawan.

Namun Baek/Lee merupakan ujian dengan level berbeda. Pengalaman pasangan Korea tersebut di pertandingan besar membuat mereka sangat berbahaya ketika pertandingan memasuki fase kritis. Ana/Trias perlu menjaga kualitas pengembalian servis dan permainan depan agar tidak memberikan kesempatan kepada Baek/Lee untuk mengambil alih reli sejak pukulan pertama.

Menariknya, Ana/Trias juga memiliki pengalaman mengalahkan pasangan elite. Pada SEA Games 2025, mereka berhasil menundukkan unggulan kedua Go Pei Kee/Teoh Mei Xing di perempat final.

Karena itu, peluang Ana/Trias tetap terbuka lebar. Jika mampu bermain sabar dan tidak terjebak dalam reli yang terlalu cepat, laga sangat mungkin berlangsung ketat sampai gim ketiga. Namun, dari sisi pengalaman dan kemampuan melakukan perubahan strategi di tengah pertandingan, Baek/Lee masih sedikit lebih layak diunggulkan.

Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum mendapatkan tantangan berat dari pasangan China Li Yi Jing/Luo Xu Min yang menjadi unggulan ke delapan. Laga ini menarik karena Rachel/Febi sudah mempunyai pengalaman menghadapi pasangan level tertinggi. Karakter Rachel/Febi tidak mudah menyerah.

Kemampuan melakukan perubahan strategi akan sangat dibutuhkan saat menghadapi Li/Luo. Pasangan China memiliki pertahanan yang solid dan kemampuan mengubah bola netral menjadi serangan. Rachel/Febi yang menjadi unggulan ke-12 harus menghindari terlalu banyak memberikan bola tanggung karena hal tersebut dapat membuat Li/Luo mendapatkan kesempatan menyerang terlebih dahulu.

Pertandingan tersebut diperkirakan berlangsung ketat. Rachel/Febi mempunyai kemampuan untuk memaksakan rubber game, tetapi Li/Luo tampaknya masih lebih diunggulkan karena kualitas permainan yang lebih stabil dan kemampuan menjaga tekanan dalam reli panjang.

Perhatian terbesar akan tertuju kepada Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri. Pasangan nomor dua dalam daftar unggulan turnamen ini menghadapi Lee Jhe-Huei/Yang Po-Hsuan dari Taiwan yang lolos dari non-unggulan.

Fajar/Fikri memasuki Kejuaraan Dunia dengan modal performa yang sangat menjanjikan. Keduanya sukses menjadi juara beruntun lam Japan Open 2026 dan China Open 2026. Kemampuan melakukan adjustment menjadi salah satu kekuatan terbesar Fajar/Fikri. Mereka tidak hanya mengandalkan serangan keras, melainkan juga mampu mengubah tempo dan memanfaatkan permainan depan.

Hal itu akan menjadi kunci menghadapi Lee/Yang. Pasangan Taiwan mempunyai kemampuan bertahan dan melakukan serangan balik, sehingga Fajar/Fikri tidak boleh terburu-buru menyelesaikan reli. Fajar/Fikri harus berusaha mendapatkan bola serangan pertama. Jika mampu menguasai permainan depan dan memaksa Lee/Yang terus mengangkat shuttlecock, maka tekanan akan lebih banyak berada di pihak Indonesia.

Dengan konsistensi sepanjang musim dan pengalaman menghadapi pasangan elite, Fajar/Fikri merupakan wakil Indonesia dengan peluang terbesar untuk lolos ke semifinal.

Sementara itu, pertandingan terakhir sekaligus salah satu duel paling menarik dari sisi tunggal putra mempertemukan Alwi Farhan dengan Chou Tien Chen. Alwi mempunyai keuntungan psikologis yang sangat penting karena sudah mengalahkan pemain Taiwan tersebut pada All England 2026. Dalam babak 16 besar turnamen di Birmingham itu, Alwi menang dua gim langsung 21-13, 21-19.

Kemenangan tersebut juga memiliki arti khusus bagi Alwi. Sebab, sebelumnya Chou pernah mengalahkannya dalam pertandingan sengit di Australian Open 2025. Saat itu, Alwi sempat memiliki match point pada gim kedua tetapi gagal menyelesaikan pertandingan dan akhirnya kalah 21-13, 21-23, 16-21. Alwi mengakui setelah pertandingan bahwa kemampuan Chou mengelola situasi kritis menjadi pelajaran penting baginya.

Alwi kemudian berhasil membalas kekalahan tersebut di All England. Artinya, ketika kembali bertemu Chou, Alwi tidak lagi menghadapi lawan yang belum pernah dia kalahkan.

Tantangan terbesar Alwi adalah pengalaman Chou dalam pertandingan besar. Pemain Taiwan itu dikenal mampu mengubah tempo permainan ketika tertinggal dan memaksa lawan bermain dalam reli-reli panjang. Alwi perlu menjaga kesabaran sekaligus memanfaatkan kecepatannya untuk mengubah arah serangan seperti saat menumbangkan Ayush Shetty di laga 16 besar turnamen ini.

Alwi juga harus menghindari kesalahan yang sama seperti saat menghadapi Chou pada pertemuan sebelumnya. Jika terlalu terburu-buru mengejar kemenangan, pemain Taiwan yang menjadi unggulan ke-6 itu akan mendapatkan kesempatan untuk mengambil alih kendali.

Dengan modal kemenangan pada All England dan perkembangan performanya sepanjang 2026, Alwi memiliki peluang sedikit lebih besar untuk kembali menaklukkan Chou. Namun, pertandingan diprediksi menjadi salah satu laga paling ketat dalam daftar lima wakil Indonesia.

Jika melihat rekam jejak sepanjang 2026, pengalaman pertandingan besar, karakter permainan dan matchup masing-masing lawan, Indonesia memiliki peluang realistis untuk menempatkan dua hingga tiga wakil di semifinal. Fajar/Fikri merupakan kandidat terkuat. Alwi berada di posisi berikutnya.

Kemudian, Amri/Nita juga mempunyai peluang besar membuat kejutan apabila mampu mempertahankan momentum dan mengurangi kesalahan sendiri. Sementara Ana/Trias dan Rachel/Febi menghadapi pasangan yang secara pengalaman dan matchup sedikit lebih menguntungkan lawan.

Yang jelas, bagi Merah Putih, duel perempat final Kejuaraan Dunia BWF 2026 bukan sekadar pertandingan menuju empat besar. Namun, mengakhiri paceklik juara di turnamen ini sejak 2019. Kali terakhir wakil Indonesia yang meraih emas adalah pasangan ganda putra Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan

Jadwal Wakil Indonesia di Perempat Final:

Jumat, 21 Agustus 2026

Court 1

  • 12:50 WIB — XD: Yang Po-Hsuan/Hu Ling Fang (Taiwan/11) vs Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah
  • 13:40 WIB — WD: Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari (13) vs Baek Ha Na/Lee So Hee (Korsel/3)

Court 2

  • 12:50 WIB — WD: Li Yi Jing/Luo Xu Min (China/8) vs Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum (12)
  • 18:40 WIB — MD: Lee Jhe-Huei/Yang Po-Hsuan (Taiwan)  vs Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri (2)
  • 19:30 WIB — MS: Alwi Farhan (11) vs Chou Tien Chen (Taiwan/6)

Catatan: Waktu di atas estimasi karena menyesuaikan laga sebelumnya. Pertandingan bisa disaksikan di Moji TV atau aplikasi Vidio.

 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.