KabarBaik.co, Surabaya — Video kasir perempuan di Surabaya dipukul seorang pembeli viral di medsos. Video tersebut diunggah keluarga korban yang menyatakan keprihatinan sekaligus kekecewaannya atas penanganan laporan yang dinilai belum berjalan optimal.
Berdasarkan keterangan keluarga korban dari caption yang menyertai video, insiden bermula ketika seorang pria bertopi hitam menyerobot antrean dan tidak mengantre sesuai jalur yang ditentukan. Ketika korban yang bekerja sebagai kasir menegur atau melayani sesuai aturan, pria tersebut justru memukul kasir.
“Kronologinya, bapak bertopi hitam nyerobot antrean dan tidak mengantre sesuai di jalurnya. Terjadi 3 kali aksi pemukulan kepada mbak kasir keponakan saya,” ungkap keluarga korban dalam caption video yang dilihat KabarBaik.co, Kamis (20/8).
Keluarga telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib dan korban juga telah menjalani pemeriksaan visum. Namun, hasil pemeriksaan justru menyatakan bukti dinilai kurang. Padahal, keluarga masih memiliki bukti berupa rekaman CCTV yang merekam seluruh kejadian.
“Sudah dilaporkan ke pihak berwajib untuk visum, tapi hasil dari pemeriksaan bukti kurang. Video CCTV ini sebagai bukti. Apa harus nunggu bonyok, lebam, patah tulang dulu baru bisa dikasuskan??” tanya keluarga dengan nada kecewa.
Kekerasan ini tidak hanya meninggalkan luka fisik, tetapi dampak yang lebih dalam adalah trauma psikologis yang dialami korban.
“Dari kejadian ini keponakan saya mengalami trauma,” tambahnya.
Keluarga berharap pihak berwenang dapat meninjau kembali laporan tersebut dengan seksama, mempertimbangkan rekaman CCTV sebagai bukti yang sah, serta memberikan perlindungan dan keadilan bagi korban. Kejadian ini juga menjadi peringatan bahwa kekerasan terhadap pekerja jasa sekecil apa pun tidak dapat dibenarkan dan harus ditindak tegas. (*)






