Korban Meninggal Akibat Gempa NTT Bertambah Jadi 75 Orang

oleh -75 Dilihat
FotoGrid 20260820 172740704
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan (ANTARA/Tri Meilani Ameliya)

KabarBaik.co, Jakarta – Jumlah korban meninggal akibat gempa NTT bertambah menjadi 75 jiwa hingga Kamis pukul 16.00 WIB.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers mengatakan jumlah tersebut bertambah empat jiwa dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat sebanyak 71 korban meninggal dunia.

“Hari ini, bertambah empat jiwa dengan rincian di Kabupaten Sikka bertambah dua, Kabupaten Manggarai bertambah satu, di Nagekeo bertambah satu,” kata Berton.

BNPB pun menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta seluruh masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi tersebut.

Selain korban meninggal, jumlah korban luka juga tercatat mengalami peningkatan. Hingga Kamis pukul 16.00 WIB, BNPB mencatat sebanyak 907 jiwa mengalami luka-luka, bertambah sembilan jiwa dari data sebelumnya sebanyak 898 jiwa. Tambahan korban luka tersebut seluruhnya tercatat berasal dari Kabupaten Ngada.

Berton mengatakan penanganan terhadap masyarakat terdampak masih terus dilakukan, di tengah aktivitas gempa susulan yang masih terjadi.

Sebelumnya, ia telah mengimbau masyarakat di wilayah terdampak gempa bumi di NTT untuk tetap waspada dan siaga menyusul masih tingginya aktivitas gempa susulan.

“Dengan masih banyaknya gempa susulan dan tergolong besar, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan tetap siap siaga,” ujar Berton.

Lebih lanjut, ia mengatakan data terkini BNPB mencatat sebanyak 3.752 gempa susulan terjadi di wilayah terdampak gempa itu.

Ia mengatakan salah satu gempa susulan yang dirasakan pada Kamis terjadi pada pukul 10.47 waktu setempat dengan kekuatan 5,7 magnitudo.

Sejalan dengan itu, Berton juga mengingatkan warga di daerah terdampak untuk memastikan kondisi bangunan sebelum kembali atau memasuki bangunan yang terdampak gempa. (ANTARA)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.