Jadwal Lengkap Kejuaraan Dunia BWF Jumat 21 Agustus 2026: Lima Hal Menarik Laga Perempat Final

oleh -348 Dilihat
FAJAR AND FIKRI
Fajar/Fikri, pasangan ganda putra Indonesia.. (PBSI)

KabarBaik.co, India- Kejuaraan Dunia BWF 2026 di New Delhi memasuki fase paling menentukan ketika para elite bulu tangkis dunia mulai bertarung demi tiket semifinal. Digelar di Indira Gandhi Arena, Jumat (21/8), turnamen paling prestisius dalam kalender BWF ini bukan hanya menjadi panggung perebutan gelar dunia. Namun, juga arena pertarungan reputasi, regenerasi, dan momentum menuju peta kekuatan baru bulu tangkis internasional.

Di tengah tekanan tuan rumah India dan dominasi sejumlah negara tradisional seperti China, perhatian tertuju pada duel-duel berkelas yang mempertemukan juara, mantan nomor satu dunia, pemain muda yang sedang menanjak, hingga pasangan baru yang langsung mencuri perhatian.

Pada babak perempat final, setiap reli menjadi semakin mahal karena satu kemenangan berarti selangkah lebih dekat menuju podium, sementara satu kekalahan dapat mengakhiri perjalanan para unggulan sekaligus mengubah konstelasi persaingan dunia.

1. Final Dini Ganda Putra: Satwi/Chirag vs Liang/Wang

Perempat final mempertemukan dua pasangan elite ganda putra, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty dari India dan Liang Wei Keng/Wang Chang dari China. Satwik/Chirag berstatus unggulan kelima, sedangkan Liang/Wang merupakan unggulan ketiga.

Kedua pasangan sama-sama lolos ke delapan besar setelah melewati pertandingan ketat pada babak sebelumnya. BWF bahkan mencatat pertemuan mereka di Thomas Cup 2026 sebagai salah satu laga paling menarik, dengan Liang/Wang menang 21-13, 13-21, 26-24.

Persaingan kedua pasangan memang berlangsung ketat dalam beberapa tahun terakhir. BWF sebelumnya mencatat Liang/Wang unggul 3-1 atas Satwik/Chirag pada awal 2024, sementara pertemuan terbaru kembali berlangsung sengit dan berakhir melalui deuce pada gim ketiga.

Satwik/Chirag merupakan mantan pasangan nomor satu dunia dan peraih emas Asian Games, sedangkan Liang/Wang adalah peraih medali perak Olimpiade Paris 2024. Status keduanya sebagai pasangan papan atas membuat duel ini layak disebut sebagai “final kepagian” dalam konteks analisis turnamen.

Satwik/Chirag membawa motivasi besar sebagai salah satu andalan tuan rumah India, sedangkan Liang/Wang merupakan salah satu tumpuan utama China di sektor ganda putra. Karena keduanya berada di bagian atas jajaran unggulan dan memiliki rekam pertandingan yang kompetitif, pemenang duel ini memang berpotensi memperoleh momentum penting menuju perebutan gelar.

2. Ujian Beda Generasi: Alwi Farhan vs Chou Tien Chen

Sektor tunggal putra menghadirkan duel menarik antara Alwi Farhan dan Chou Tien Chen di perempat final. Alwi datang sebagai unggulan ke-11, sementara Chou berstatus unggulan keenam. Keduanya sama-sama mencapai delapan besar setelah memenangi pertandingan babak 16 besar masing-masing. Alwi mengalahkan Ayush Shetty, sedangkan Chou menundukkan Yushi Tanaka, sehingga keduanya akhirnya bertemu di babak perempat final. \

Pertemuan ini bukanlah perjumpaan pertama. Rekor pertemuan sebelum Kejuaraan Dunia menunjukkan Chou Tien Chen unggul 2-0 atas Alwi Farhan, dengan dua kemenangan tersebut diraih di Hong Kong Open 2025 dan Australian Open 2025. Pertandingan di Australian Open bahkan berlangsung tiga gim, 13-21, 23-21, 21-16, yang menunjukkan bahwa Alwi sudah mampu memberikan perlawanan serius kepada pemain senior tersebut.

BACA JUGA: Prediksi Juara BWF World Championship 2026: Indonesia Paling Realistis Bergantung ke Fajar/Fikri

Alwi merupakan juara dunia junior 2023 dan menjadi salah seorang pemain muda Indonesia yang berkembang signifikan di level senior. Dia juga tampil konsisten pada berbagai turnamen BWF dan mencapai status unggulan 11 di Kejuaraan Dunia 2026.

Di sisi lain, Chou merupakan salah satu pemain berpengalaman di generasinya dan tetap mampu bersaing di papan atas meski telah lama berada di sirkuit internasional. Perbedaan usia, pengalaman, dan gaya bermain menjadikan pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiket semifinal, melainkan juga gambaran menarik mengenai transisi generasi di tunggal putra

3. Kedalaman Skuad China di Perempat Final

China menunjukkan kedalaman kekuatan yang sangat mencolok pada Kejuaraan Dunia BWF 2026. Berdasarkan data, China menempatkan 10 entry di delapan besar. Dua di tunggal putri, dua di ganda putra, dua di ganda putri, dan empat di ganda campuran.

Dominasi paling terlihat pada ganda campuran karena terjadi dua pertandingan yang mempertemukan sesama pasangan China, yakni Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping vs Cheng Xing/Zhang Chi serta Guo Xin Wa/Chen Fang Hui vs Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin. Dengan adanya dua derby tersebut, China sudah dipastikan memiliki wakil di semifinal ganda campuran dari kedua jalur pertandingan tersebut.

Feng/Huang dan Jiang/Wei juga bukan pasangan sembarangan. Keduanya merupakan bagian dari elite ganda campuran dunia, dan persaingan internal mereka sudah terlihat di level tertinggi. Pada BWF World Tour Finals 2025, misalnya, terjadi final sesama China antara Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping dan Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin, yang dimenangkan Feng/Huang. BWF mencatat kemenangan tersebut sebagai gelar kedelapan Feng/Huang pada musim 2025.

Fakta tersebut memperlihatkan bahwa China bukan hanya memiliki satu pasangan unggulan, tetapi beberapa pasangan yang mampu bersaing untuk gelar besar. Dengan empat entry di perempat final ganda campuran dan dua laga derby, struktur pembinaan dan regenerasi China memang terlihat sangat kuat pada Kejuaraan Dunia kali ini.

4. Ujian Berat Regenerasi Ganda Putri Indonesia

Ganda putri Indonesia Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari menghadapi salah satu tantangan terberat di perempat final Kejuaraan Dunia 2026. Mereka berhadapan dengan pasangan Korea Selatan Baek Ha Na/Lee So Hee, yang datang sebagai unggulan ketiga, sedangkan Ana/Trias merupakan unggulan ke-13. Perbedaan posisi unggulan tersebut menggambarkan beratnya tantangan yang harus dihadapi pasangan Indonesia untuk mencapai semifinal.

Ana/Trias memperoleh tiket delapan besar setelah melewati pertandingan berat pada babak 16 besar. Sebelumnya mereka juga menang atas Yasemen Bektas/Sinem Yildiz di babak 32 besar dengan skor 21-12, 21-14. Pertemuan dengan Baek/Lee sendiri memiliki sejarah tersendiri.

Berdasarkan catatan pertemuan sebelum laga ini, pasangan Korea unggul dalam rekor keseluruhan terhadap Febriana/Meilysa, meskipun pertemuan-pertemuan mereka berlangsung kompetitif. BWF juga mencatat bahwa Baek/Lee merupakan pasangan papan atas yang pernah menjadi juara All England pada 2024.

Karena itu, laga ini menjadi ujian penting bagi regenerasi ganda putri Indonesia. Ana/Trias belum datang dengan status favorit, tetapi pencapaian mereka menembus perempat final Kejuaraan Dunia sudah merupakan hasil penting. Apalagi, Baek/Lee bukan lawan yang asing dan memiliki pengalaman di pertandingan besar. Baek/Lee merupakan runner up All England 2026, setelah kalah dari Liu Sheng Shu/Tan Ning di final.

5. Jaga Momentum dan Butuh Konsistensi Fajar/Fikri

Pasangan baru ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menjadi salah satu cerita paling epik di Kejuaraan Dunia 2026. Mereka datang sebagai unggulan kedua dan berhasil mencapai perempat final setelah mengalahkan Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju di babak 16 besar.

Di perempat final, Fajar/Fikri dijadwalkan menghadapi pasangan Chinese Taipei Lee Jhe-Huei/Yang Po-Hsuan. Data BWF juga mencatat matchup tersebut dalam daftar pertandingan perempat final. Momentum Fajar/Fikri menjelang Kejuaraan Dunia sangat kuat. Pada Juli 2026 memenangkan Japan Open, lalu langsung mempertahankan gelar China Open satu pekan kemudian.

Di Japan Open, mengalahkan unggulan pertama Kim Won Ho/Seo Seung Jae 21-19, 21-17; sementara di final China Open mereka kembali mengalahkan pasangan Korea tersebut dengan skor 16-21, 21-19, 21-19. PBSI mencatat bahwa dua gelar beruntun itu menjadi modal penting mereka sebelum memasuki Kejuaraan Dunia.

Menariknya, Fajar/Fikri bukan lagi sekadar pasangan eksperimen. Dalam waktu relatif singkat, kombinasi pengalaman Fajar sebagai salah satu pemain ganda putra elite Indonesia dan kemampuan Fikri di berbagai area lapangan telah menghasilkan prestasi besar.

Namun, Lee/Yang sendiri bukan lawan mudah, Keduanya merupakan pasangan Taiwan yang mampu menembus turnamen-turnamen level tinggi dan memiliki permainan cepat. Karena itu, perempat final ini menjadi pertaruhan penting apakah performa luar biasa Fajar/Fikri pada Japan Open dan China Open dapat dibawa ke panggung Kejuaraan Dunia?

Jika berhasil melewati Lee/Yang, maka status mereka sebagai salah satu pasangan ganda putra paling berbahaya pada musim 2026 akan makin kuat, walaupun masih terlalu dini menyebutnya sebagai favorit mutlak juara. Publik tepok bulu Tanah Air pun mendoakan dan menaruh harapan besar agar Fajar/Fikri mengakhiri paceklik gelar Merah Putih di turnamen ini sejak 2019 silam, yang kala itu direbut Hendra/Ahsan.

Berikut jadwal perempat final BWF World Championships 2026

Court 1

  • 12.00 WIB | XD | Thom Gicquel / Delphine Delrue (Prancis / 5) vs Dechapol Puavaranukroh / Supissara Paewsampran (Thailand / 4)
  • 12.50 WIB | XD | Yang Po-Hsuan / Hu Ling Fang (Taiwan / 11) vs Amri Syahnawi / Nita Violina Marwah (Indonesia)
  • 13.40 WIB | WD | Febriana Dwipuji Kusuma / Meilysa Trias Puspitasari (Indonesia / 13) vs Baek Ha Na / Lee So Hee (Korea Selatan / 3)
  • 14.30 WIB | WS | Nozomi Okuhara (Jepang / 11) vs Pornpawee Chochuwong (Thailand / 10)
  • 15.20 WIB | WD | Jia Yi Fan / Zhang Shu Xian (China / 4) vs Treesa Jolly / Gayatri Gopichand Pullela (India)
  • 16.10 WIB | MS | Victor Lai (Kanada / 7) vs Rasmus Gemke (Denmark)
  • 17.00 WIB | WS | An Se Young (Korea Selatan / 1) vs Han Yue (China / 5)
  • 17.50 WIB | WS | Wang Zhi Yi (China/ 3) vs Line Christophersen (Denmark / 15)
  • 18.40 WIB | MS | Anders Antonsen (Denmark / 4) vs Kodai Naraoka (Jepang / 10)
  • 19.30 WIB | MD | Satwiksairaj Rankireddy / Chirag Shetty (India / 5) vs Liang Wei Keng / Wang Chang (China / 3)

Court 2

  • 12.00 WIB | XD | Feng Yan Zhe / Huang Dong Ping (China / 1) vs Cheng Xing / Zhang Chi (China / 8)
  • 12.50 WIB | WD | Li Yi Jing / Luo Xu Min (China / 8) vs Rachel Allessya Rose / Febi Setianingrum (Indonesia / 12)
  • 13.40 WIB | XD | Guo Xin Wa / Chen Fang Hui (China/ 6) vs Jiang Zhen Bang / Wei Ya Xin (China / 2)
  • 14.30 WIB | WD | Liu Sheng Shu / Tan Ning (China / 1) vs Yeung Nga Ting / Yeung Pui Lam (Hong Kong)
  • 15.20 WIB | WS | Michelle Li (Kanada / 13) vs Akane Yamaguchi (Jepang / 2)
  • 16.10 WIB | MS | Alex Lanier (Prancis / 9) vs Kunlavut Vitidsarn (Thailand / 2)
  • 17.00 WIB | MD | Aaron Chia / Soh Wooi Yik (Malaysia / 4) vs Hu Ke Yuan / Lin Xiang Yi (China)
  • 17.50 WIB | MD | Kim Won Ho / Seo Seung Jae (Korea Selatan / 1) vs Goh Sze Fei / Nur Izzuddin (Malaysia / 6)
  • 18.40 WIB | MD | Lee Jhe-Huei / Yang Po-Hsuan (Taiwan) vs Fajar Alfian / Muhammad Shohibul Fikri (Indonesia / 2)
  • 19.30 WIB | MS | Alwi Farhan (Indonesia / 11) vs Chou Tien Chen (Taiwan / 6)

Catatan: Waktu merupakan estimasi karena mengacu pertandingan sebelum-sebelumnya. Laga bisa disaksikan di Moji TV atau aplikasi Vidio.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.